Ribuan Massa Pemekaran PPS Lakukan Aksi Blokir Pelabuhan Poto Tano

Bagikan ke :
Foto: Masa pendukung pemekaran PPS

Poto Tano, MediaKSB, – Ribuan massa dari berbagai kabupaten dan kota di Pulau Sumbawa melakukan aksi besar-besaran mendesak percepatan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) dengan melakukan aksi pemblokiran akses Pelabuhan Poto Tano pada, Kamis (15/5).

Titik aksi dipusatkan di pertigaan Ai Jati, jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), serta akses langsung menuju Pelabuhan Poto Tano.

Sejak pukul 12.00 Wita, massa telah memadati kawasan tersebut, membawa spanduk, mengenakan atribut khas daerah masing-masing, serta mengusung simbol perjuangan pemekaran. Aksi ini berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas dan dalam beberapa momen sempat terjadi kericuhan. Hanya ambulance dalam kondisi darurat yang diizinkan peserta aksi untuk melintas.

Ketua Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S), Zakaria Surbini, menegaskan bahwa massa tidak akan bergeser dari lokasi hingga ada respons resmi dari pemerintah pusat.

“Aksi ini dijadwalkan berlangsung enam hari penuh. Kami bertahan karena perjuangan PPS adalah kehendak rakyat, bukan gerakan elite,” tegasnya dari atas mobil komando.

Zakaria menyebut, Pulau Sumbawa memiliki potensi besar sebagai daerah otonom baru, mulai dari jagung, peternakan, perikanan, tambang emas hingga pariwisata. Menurutnya, potensi itu belum tergarap maksimal karena perhatian pembangunan masih terpusat di Pulau Lombok.

“Kami bukan ingin berpisah karena konflik, tapi ingin mandiri secara administratif agar pembangunan bisa lebih cepat dan merata,” tambahnya.

Ketua KP4S juga menyebutkan, perjuangan pembentukan PPS selaras dengan semangat percepatan pembangunan nasional yang diusung oleh pemerintah pusat atas komando dari Presiden Prabowo Subianto.

“Dukungan dari tokoh-tokoh nasional asal Pulau Sumbawa terus mengalir. Ini bukan sekadar demonstrasi, tapi bentuk konsolidasi kultural seluruh rakyat Pulau Sumbawa,” ujar Zakaria.

Aparat keamanan dari TNI dan Polri tampak berjaga di sekitar lokasi untuk menjaga ketertiban. Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah pusat, namun massa aksi memastikan akan tetap bertahan di lokasi hingga tuntutan pemekaran PPS mendapat kepastian. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *