DPRD KSB: Pemerintah Harus Serius Tangani Pelayanan Pasien Rujukan dan Pemulangan Jenazah
Taliwang, MediaKSB, – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Andi Laweng, SH., MH, mendesak Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk lebih serius dalam menangani pelayanan kesehatan, khususnya dalam hal pemulangan jenazah dan pendampingan pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB melalui kartu KSB Maju.
Desakan tersebut disampaikan Andi Laweng setelah mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus yang menimpa Yuliana (20) dan ibunya Hadiatullah (53). Keduanya terpaksa membawa jenazah bayi mereka menggunakan mobil transportasi online karena tak mampu membayar biaya sewa ambulance RSUP NTB yang mencapai jutaan rupiah.
Kejadian ini, menurut Andi Laweng, menandakan lemahnya sistem pelayanan kesehatan di daerah, terutama terkait dengan biaya pemulangan jenazah yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Kejadian ini sangat memprihatinkan dan menunjukkan adanya kekurangan dalam pelayanan kesehatan di daerah kita. Pemerintah KSB harus segera menyediakan anggaran khusus untuk membantu biaya pemulangan jenazah dan pendampingan pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain, terutama bagi keluarga yang tidak mampu,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengingatkan Pemerintah KSB untuk memfokuskan Kartu KSB Maju Kesehatan pada dua layanan tersebut. Hal ini penting, mengingat biaya pemulangan jenazah dan pendampingan pasien yang dirujuk selama ini tidak ditanggung oleh BPJS.
“Karena tidak ditanggung BPJS sehingga menyebabkan banyak warga KSB yang kurang mampu kesulitan dalam memenuhi biaya tersebut,” imbuhnya.
Andi Laweng juga mengusulkan agar RSUD Asy-Syifa, rumah sakit daerah Sumbawa Barat, menjalin kerjasama atau MoU dengan RSUP NTB dan rumah sakit lain di NTB untuk memperlancar proses rujukan pasien dan meminimalisir kendala biaya.
“Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan menjadi lebih maksimal dan lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perawatan medis darurat,” jelasnya.
Andi Laweng berharap kejadian serupa tidak lagi terulang di masa depan terlebih saat sudah ada kartu KSB Maju yang menyediakan layanan untuk pemulangan jenazah dan pendamping pasien rujukan.
“Pemerintah KSB harus memastikan bahwa tidak ada lagi warga yang kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan, terutama dalam hal pemulangan jenazah dan pendampingan pasien yang dirujuk. Program-program bantuan kesehatan dalam KSB Maju Kesehatan harus dimaksimalkan untuk melindungi hak-hak dasar warga KSB,” tegasnya. (M-01)

