Sat Pol PP KSB Akan Perluas Program Jam Malam ke Seluruh Wilayah KSB

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) akan memperluas pelaksanaan program jam malam bagi pelajar ke seluruh wilayah atau kecamatan. Diketahui, program jam malam bagi pelajar saat ini masih berpusat di kota Taliwang, khususnya wilayah Kemutar Telu Center (KTC).

“Alhamdulillah pelaksanaan program jam malam di Taliwang sudah berjalan efektif. Respon dari masyarakat juga positif. Banyak yang bertanya bagaimana dengan wilayah lain, kami sampaikan program tersebut juga akan dilaksanakan di semua wilayah,” ucap Kepala Sat Pol PP KSB, H. Syaripuddin, S.Pd kepada wartawan pada Senin, (11/8).

Kasat menjelaskan, perluasan kebijakan jam malam ke seluruh wilayah juga merupakan keinginan dari Bupati KSB, H Amar Nurmansyah, untuk menjaga pelajar KSB dari kegiatan negatif. “Memang keinginan bupati seperti itu, meski saat ini masih berpusat di Taliwang, kita akan perluas ke semua wilayah,” jelasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program jam malam di semua wilayah KSB, Sat Pol PP KSB terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar dapat berjalan dengan maksimal.

“Kalau hanya mengandalkan Pol PP akan sangat sulit, karena keterbatasan yang ada. Jadi kita minta ada kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga kepolisian sektor setempat,” kata Syaripuddin.

Kasat menegaskan, keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat serta upaya untuk menjauhkan remaja KSB dari kegiatan negatif merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama.

“Oleh karena itu kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan. Semua harus ikut bergerak dan mendukung apa yang diinginkan pemerintah daerah untuk menjaga generasi penerus kita,” imbuhnya.

Sat Pol PP KSB optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat, program jam malam dapat menjadi instrumen efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh penjuru Sumbawa Barat. “Kami berharap ini menjadi gerakan bersama, bukan sekadar tugas pemerintah. Keluarga, orang tua, dan sekolah juga harus mengambil peran,” pungkas Syaripuddin. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *