Revitalisasi BLK KSB Digenjot, Arahkan Pelatihan Vokasi ke Dunia Kerja
Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi memulai revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai langkah strategis memperkuat pelatihan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Revitalisasi BLK ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, Ph.D, yang didampingi Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si, Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, serta Ketua DPRD KSB Kaharuddin Umar, Kamis (22/1).
Revitalisasi BLK menjadi bagian dari upaya jangka menengah Pemerintah KSB dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai sekaligus menekan angka pengangguran. Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menegaskan, pembangunan tahap awal BLK tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada penguatan sistem pelatihan.
“Pemerintah KSB telah menjalin kerja sama dengan United Tractors (UTI) untuk pelaksanaan pelatihan yang langsung disesuaikan dengan kebutuhan industri. Pelatihan ini kami arahkan agar lulusan BLK benar-benar siap kerja dan terserap oleh dunia usaha,” ujarnya.
Selain sektor industri, Pemerintah KSB juga menyiapkan kelas-kelas pelatihan yang membuka peluang kerja di sektor lain, termasuk penempatan pekerja migran ke luar negeri. Menurut Bupati, pemerintah daerah dengan difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemanaker) telah berkomunikasi dengan sejumlah vendor yang memiliki akses penempatan tenaga kerja migran dengan keahlian spesifik. “Ini menjadi peluang bagi angkatan kerja kita, tentu dengan kompetensi dan perlindungan yang memadai,” katanya.
Untuk mendukung program tersebut, H. Amar berharap adanya dukungan penuh dari Kemenaker, baik dalam penyediaan instruktur, kurikulum, hingga pembiayaan. Bupati juga mendorong skema pembiayaan pelatihan dan penempatan pekerja migran melalui kerja sama dengan bank daerah agar program BLK dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
“Targetnya di tanggal 20 November nanti sudah rampung dan kalau ada waktu pak Menteri bisa datang lagi untuk meresmikan,” sambungnya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli menegaskan, BLK KSB akan direvitalisasi menjadi pusat pelatihan vokasi yang profesional dan adaptif untuk dunia kerja. “Pelatihan vokasi adalah solusi strategis untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Menaker juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, industri, swasta, dan masyarakat di KSB. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam membangun sistem pelatihan vokasi yang efektif dan berkelanjutan.
“Pengembangan kompetensi di BLK harus selaras dengan kebutuhan industri masa kini, termasuk teknologi informasi, digital marketing, hingga artificial intelligence (AI). BLK harus menjadi tempat pembinaan pencari kerja agar memiliki kompetensi relevan dan daya saing tinggi,” tandasnya.Dengan dukungan pemerintah pusat dan kolaborasi lintas sektor, BLK KSB diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja unggul serta menjadikan Sumbawa Barat sebagai contoh pengembangan ketenagakerjaan di kawasan Indonesia timur. (M-01)

