Kades Kiantar Tagih Kuota Kerja Lokal untuk Bandara AMMAN

Poto Tano, MediaKSB, – Rencana operasional Bandar Udara PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) untuk penerbangan umum membawa harapan sekaligus kekhawatiran bagi warga desa Kiantar terkait penyerapan tenaga kerja.
Pemerintah Desa Kiantar mendesak pemerintah daerah dan perusahaan memberikan prioritas khusus bagi tenaga kerja setempat. Warga tidak ingin hanya menjadi penonton saat pesawat komersial mulai mendarat dan lepas landas di tanah kelahiran mereka.
Kepala Desa Kiantar, Hasbullah, meminta komitmen nyata terkait penyerapan tenaga kerja desa untuk kebutuhan operasional bandara. Kades menilai partisipasi aktif warga lokal merupakan kunci utama dalam menjaga harmonisasi antara industri dan lingkungan masyarakat.
“Potensi pemuda Desa Kiantar juga sangat mumpuni untuk mengisi berbagai posisi teknis di area terminal penumpang. Kita tidak boleh jadi penonton, jangan sampai hanya datang saat pembebasan lahan saja. Tapi saat sudah jalan kami ditinggalkan,” kata Kades, Sabtu (14/3).
Hasbullah juga menekankan pentingnya pelatihan khusus bagi warga agar mampu memenuhi standar kualifikasi pekerja bandara. Hasbullah berharap pemerintah daerah segera memfasilitasi sertifikasi profesi bagi pemuda Kiantar sebelum bandara resmi melayani rute umum.
“Kami minta warga Kiantar menjadi prioritas utama dalam operasional bandara nanti. Kami siap mendaftarkan pemuda kami jika ada pelatihan jelang perekrutan,” tegasnya.
Hasbullah menjelaskan, keberadaan bandara dengan kode internasional PNW ini harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga terdekat seperti Kiantar. Kades sering menerima aspirasi dari pemuda desa yang sangat bersemangat ingin berkontribusi dalam kemajuan transportasi udara tersebut.
“Warga Kiantar memiliki hak untuk merasakan manfaat positif dari pembangunan fasilitas megah ini,” ujarnya.
Gubernur NTB dan Bupati KSB sebelumnya telah memberikan sinyal positif mengenai potensi pembukaan rute penerbangan menuju Surabaya dan Denpasar. Hal ini tentu membutuhkan banyak tenaga pendukung mulai dari petugas keamanan, staf administrasi, hingga tenaga kebersihan.
Hasbullah berkomitmen akan terus mengawal proses ini agar setiap kebijakan operasional bandara tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil di wilayah Poto Tano. “Kami meminta agar Pemda dan perusahaan tidak menutup mata,” pungkasnya. (M-01)
