Keluarga ASN Terdata Penerima Bedah Rumah KSB, Dinas Perkim Hold Data

Bagikan ke :
Foto: Sekretaris Dinas Perkim KSB, Firmasnyah.
Foto: Sekretaris Dinas Perkim KSB, Firmasnyah.

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menahan atau hold data penerima program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan setelah menemukan anggota keluarga ASN terdeteksi sebagai calon penerima bedah rumah di Kecamatan Brang Ene.

Temuan awal disampaikan langsung Agen Gotong Royong (AGR) Kecamatan Brang Ene, Rohani kepada Wakil Bupati KSB saat forum Yasinan beberapa waktu lalu. Rohani mengungkapkan, data penerima program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) terdeteksi berisi nama anggota keluarga ASN yang seharusnya tidak berhak menerima bantuan.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah langsung merespons laporan tersebut dengan meminta Dinas Perkim menelusuri seluruh data calon penerima program di Brang Ene dan seluruh kecamatan lainnya. Wabup menegaskan, program bedah rumah harus benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat miskin desil 1.

“Tolong Dinas Perkim coba cek kebenaran data itu. Harus dipastikan program ini tepat sasaran,” tandas Wabup Hanipah.

Sekretaris Dinas Perkim KSB, Firmasnyah mengaku pihaknya telah turun lapangan dan mengkonfirmasi kebenaran temuan tersebut bersama AGR setempat. Firman sapaan akrabnya juga membenarkan laporan tersebut.

“Ya memang benar, saat ini memang masih dalam proses verifikasi lapangan,” akunya saat dikonfirmasi, Sabtu (09/5).

Setelah verifikasi lapangan dilakukan, data penerima yang terindikasi bermasalah langsung ditahan. Firman menegaskan, seluruh nama yang terdaftar sebagai penerima bantuan belum bisa dipastikan akan menerima bantuan sebelum dilakukan verifikasi lapangan.

“Kita sudah hold karena salah satu dari ASN. Nama yang keluar bukan serta merta penerima, kita pasti cek lapangan untuk pemenuhan persyaratan sebagai penerima manfaat RTLH,” tegasnya.

Firman juga menjelaskan, kesalahan data kemungkinan terjadi karena kesalahan input atau data lama yang belum diperbarui dalam sistem. “Bisa saja saat data masuk yang bersangkutan (ASN) masih masuk pada desil 1 atau 2. Kami terus lakukan pengecekan,” jelasnya.

Firman juga menegaskan, saat ini program RTLH difokuskan pada penuntasan penerima desil 1 dan desil 2 sesuai instruksi Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah. “Kita saat ini masih fokus pada penuntasan desil 1 dan 2 sesuai instruksi pimpinan daerah,” pungkasnya. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *