Hewan Rabies Incar Kawasan Sepi, Warga KSB Diminta Waspada

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta seluruh warga, terutama yang tinggal di kawasan sepi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hewan penular rabies di sekitar mereka.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet), drh. Hikmatul Azmy, menjelaskan perilaku hewan rabies yang cenderung menghindari keramaian justru membuat kawasan sepi penduduk menjadi lokasi paling berbahaya.
Warga yang tinggal sendirian di kebun atau jauh dari keramaian perlu mewaspadai keberadaan hewan dengan gejala mencurigakan di sekitar mereka. Azmy mengingatkan warga agar tidak meremehkan ancaman hewan terinfeksi rabies yang tampak tenang sebelum tiba-tiba menyerang.
“Karena dia kalau lihat yang bergerak langsung agresif, jadi memang harus hati-hati dan segera lapor jika melihat hewan yang mencurigakan,” katanya, Senin (11/5).
Azmy juga meminta kepada orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada malam hari. Anak-anak dinilai paling berisiko karena belum memahami tanda-tanda bahaya hewan yang terinfeksi rabies di lingkungan sekitar mereka.
Langkah paling krusial yang ditekankan Hikmatul adalah kecepatan pelaporan saat warga menemukan hewan mencurigakan. Setiap penundaan laporan berpotensi memperparah risiko penularan kepada manusia maupun hewan lain di sekitarnya.
“Saat ini di setiap desa sudah ada tim khusus yang akan menangani. Ada dari Babinsa dan Babinkamtibmas yang ikut menjaga. Bisa langsung lapor ke pemerintah desa atau puskesmas terdekat,” jelasnya.
Namun penanganan di lapangan menghadapi kendala serius. Proses eliminasi hewan rabies masih terbentur aturan yang berlaku sehingga pencegahan berbasis kewaspadaan masyarakat menjadi garis pertahanan paling efektif saat ini.
“Untuk melakukan eliminasi masih berat dilakukan karena terbentur aturan dan biaya. Kami tidak bisa melakukan eliminasi sembarangan, meski pendataan dan vaksin tetap rutin kami lakukan,” ungkap Azmy.
Hikmatul menegaskan penanganan kasus rabies membutuhkan kerja sama seluruh pihak tanpa terkecuali. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan warga biasa harus bergerak bersama menghadapi ancaman ini. (M-01)
