Bupati KSB Minta Buku Mulok SD-SMP Disusun Ulang

Taliwang, MediaKSB, – Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus), dan Badan Riset Daerah (Brida) untuk segera menyusun ulang buku atau bahan ajar Muatan Lokal (Mulok) untuk jenjang SD dan SMP.
Bupati menilai muatan lokal selama ini hanya berisi pengenalan adat tanpa penanaman nilai kepada peserta didik. “Selama ini muatan lokal hanya berisi pengenalan, mengenalkan adat, macam-macam adat, corak tertentu dalam adat,” katanya di Forum Yasinan beberapa waktu lalu.
Haji Amar, sapaan akrab Bupati menegaskan, ke depan buku Mulok harus memuat pengenalan sekaligus penanaman nilai adat kepada siswa, bukan sekadar pengetahuan permukaan. Bupati menyebut penyusunan ulang tersebut menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat karakter generasi muda KSB.
“Untuk ke depan saya mendorong ada pengenalan nilai dan penanaman nilai adat, jadi saya minta untuk segera disusun ulang buku atau bahan ajar Muatan Lokal untuk SD dan SMP,” ujarnya.
Haji Amar menjelaskan, penguatan nilai adat dalam Mulok bertujuan membangun kepribadian anak-anak KSB sejak usia sekolah. Bupati berharap generasi muda tidak hanya mengenal budaya lokal, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. “Tujuan nilai ini untuk bisa membangun kepribadian anak-anak kita,” tegasnya.
Bupati memberi tenggat waktu penyusunan buku Mulok hingga 21 Agustus 2026. “Saya beri tenggat waktu paling telat tanggal 21 Agustus harus sudah selesai,” katanya.
Bupati meminta sejumlah nilai lain turut dibakukan dalam Mulok, termasuk Sapta Tertib Masyarakat Berbudaya (STMB), larangan membuang sampah sembarangan, serta kepedulian menjaga lingkungan. Haji amar juga meminta kesenian tradisional seperti tari lawas dimasukkan dalam materi ajar.
“Termasuk juga nilai-nilai lain seperti STMB, tidak buang sampah sembarangan, menjaga lingkungan, saya minta ini dibakukan dan termasuk juga seperti kesenian lawas, tari, dan lainnya,” ujarnya.
Haji Amar meminta Dinas Arpus, Dikbud, serta Brida KSB berkolaborasi menyusun buku tersebut bersama budayawan lokal. Bupati menegaskan buku itu tidak hanya berfungsi sebagai bahan ajar, tetapi juga menjadi koleksi daerah.
“Mohon dari Arpus dan Dikbud serta BRIDA untuk bisa berkolaborasi untuk buku karya budayawan lokal kita, bukan hanya bahan ajar, ini juga menjadi koleksi di tempat kita,” katanya.
Haji Amar meminta ketiga instansi tersebut merancang buku Mulok secara matang, termasuk memastikan ketersediaan anggaran pendukungnya. “Mohon didesain dengan baik bukan hanya desain buku, tapi anggarannya juga,” pungkasnya. (M-02)
