Bupati KSB Paparkan Transformasi Kesehatan di Forum Nasional 

Bagikan ke :
Foto: Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah saat memaparkan arah transformasi pelayanan kesehatan daerah. (dok. Prokopim Sumbawa Barat)
Foto: Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah saat memaparkan arah transformasi pelayanan kesehatan daerah. (dok. Prokopim Sumbawa Barat)

Taliwang, MediaKSB, – Bupati Sumbawa Barat (KSB) H. Amar Nurmansyah, memaparkan arah transformasi pelayanan kesehatan daerah dalam Seminar Nasional Inovasi Layanan Fasilitas Kesehatan Modern Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (04/9).

Forum yang diselenggarakan Persatuan Kolaborasi Kesehatan Nasional (PKKN) itu menjadi ajang memaparkan strategi Pemerintah KSB menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses dan proaktif terhadap kebutuhan dan pelayanan masyarakat.

Haji Amar, sapaan akrab Bupati menjelaskan, transformasi kesehatan KSB tidak lagi berorientasi semata pada ketersediaan fasilitas, melainkan pada kemudahan masyarakat mengakses pelayanan secara cepat dan terintegrasi.

“Pembangunan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas dan menyediakan program. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan ketika membutuhkan,” ujarnya.

Haji Amar menyebut, fondasi utama transformasi tersebut adalah program Kartu Sumbawa Barat Maju melalui layanan Maju Kesehatan, yang menjadi Program Prioritas Pembangunan Daerah dalam RPJMD KSB 2025-2029.

“Program ini menghadirkan TRC Ambulans berbasis Puskesmas, ambulans rujukan gratis, bantuan biaya pendamping pasien rujukan rawat inap, hingga pemulangan jenazah dari luar daerah,” paparnya.

Haji Amar mengungkapkan, data Maju Kesehatan hingga 31 Agustus 2026 mencatat 28.672 layanan TRC Ambulans di 10 Puskesmas se-KSB, melonjak dibanding 6.609 layanan sepanjang 2025. Selain itu, 1.085 pasien telah menerima bantuan biaya pendamping rujukan rawat inap senilai total Rp1,6 miliar, 487 pasien memperoleh ambulans rujukan gratis, dan 93 jenazah dipulangkan dari luar daerah.

Menurut Bupati, mayoritas atau 85,91 persen pelayanan TRC merupakan kasus non-emergency, menandakan ambulans kini berfungsi sebagai pelayanan primer bergerak, bukan sekadar sarana darurat.

Haji Amar menekankan pentingnya perubahan pendekatan pelayanan primer agar tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Pendekatan ini diperkuat lewat SIAGA PRIMA KSB atau Sistem Integrasi dan Akselerasi Gerakan Pelayanan Primer Berbasis Risiko, yang terdiri atas tiga pilar yakni Siaga Data, Siaga Sistem, dan Siaga Layanan.

“Data harus berakhir pada tindakan. Dari data kita mengetahui siapa yang berisiko, di mana lokasinya, pelayanan apa yang dibutuhkan, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana memastikan tindak lanjutnya selesai,” tegasnya.

Bupati menegaskan, teknologi dan sistem digital bukan tujuan akhir transformasi kesehatan, melainkan instrumen mempercepat kehadiran pemerintah bagi masyarakat.

“Teknologi adalah alat. Tujuan akhirnya tetap masyarakat. Pemerintah harus hadir lebih cepat, lebih dekat, dan lebih tepat ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan,” tandasnya.

Melalui integrasi Kartu Sumbawa Barat Maju, Aplikasi KSB Maju, TRC Ambulans, dan SIAGA PRIMA KSB, Pemerintah KSB menargetkan sistem pelayanan kesehatan yang proaktif, terintegrasi, dan berbasis data, sejalan dengan visi Terwujudnya KSB Maju Luar Biasa. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *