Penyebab Beton Pengaman Sumur Pecah di Seteluk Atas Masih Ditelusuri

Bagikan ke :
Foto: Proses evakuasi korban tertimpa lumpur di Seteluk Atas (dok. Damkarmat KSB)
Foto: Proses evakuasi korban tertimpa lumpur di Seteluk Atas (dok. Damkarmat KSB)

Seteluk, MediaKSB, – Penyebab pasti pecahnya struktur beton pengaman sumur yang menimpa pekerja gali sumur, Hasbullah, di Desa Seteluk Atas, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), hingga kini belum diungkap.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) KSB masih melakukan penulusuran pascaproses evakuasi yang berlangsung selama 15 jam sejak Jumat (11/9) hingga Sabtu (12/9) dini hari.

Peristiwa ini bermula saat Hasbullah bersama rekannya membersihkan lumpur di dasar sumur pada Jumat sore, sekitar pukul 16.10 WITA. Baru sekitar tiga kali pengangkatan lumpur dilakukan, struktur gorong-gorong atau beton pengaman di bagian tengah sumur tiba-tiba pecah dan menimpa korban yang tengah berada di bawahnya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian sempat berupaya melakukan pertolongan secara manual. Namun kondisi lubang sumur yang sempit dan dalam, ditambah material beton yang menimpa korban, membuat proses pertolongan warga tidak berjalan maksimal, sehingga bantuan tim resmi pun segera diminta.

Tim gabungan Damkar dan BPBD KSB kemudian dikerahkan ke lokasi bersama warga dan unsur terkait lainnya. Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian, mengingat ruang kerja yang sempit serta material beton yang harus disingkirkan secara bertahap sebelum korban dapat dikeluarkan dari dalam sumur.

Setelah bekerja tanpa henti selama 15 jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengeluarkan Hasbullah dari dalam sumur. Korban selanjutnya segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai korban maupun hasil penelusuran penyebab pecahnya struktur beton tersebut. BPBD dan Damkar Sumbawa Barat disebut masih terus menelusuri kondisi sumur di lokasi kejadian.

“Pemeriksaan terus dilakukan, apakah ada faktor teknis atau usia konstruksi yang menyebabkan struktur beton tiba-tiba pecah saat proses pembersihan berlangsung,” ucap Kepala Damkarmat KSB, Abdul Rozak.

Kejadian ini sempat mengejutkan warga sekitar Desa Seteluk Atas yang selama ini menganggap sumur tersebut dalam kondisi aman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Aparat desa dan pihak terkait mengimbau warga agar tidak bekerja sendirian di dalam sumur dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi sumur yang berisiko longsor atau retak. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *