Calon Pejabat KSB Akan Dipilih dari Data Talenta ASN

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Kepala BKPSDM KSB, Agusman, Rabu (28/10) (Foto: Imam Fauzan/MEDIAKSB)
MEDIAKSB – Kepala BKPSDM KSB, Agusman, Rabu (28/10) (Foto: Imam Fauzan/MEDIAKSB)

TALIWANG, MEDIAKSB – Calon pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan dipilih berdasarkan data talenta aparatur sipil negara (ASN). Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KSB mulai menyiapkan Sistem Manajemen Talenta (SiMATA) dengan pendampingan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala BKPSDM KSB, Agusman, menjelaskan kandidat pejabat nantinya tidak lagi dijaring melalui berkas lamaran. Data kandidat ditarik langsung dari aplikasi kepegawaian milik BKN. “Kami tinggal menarik datanya dari box 9 melalui data sistem manajemen talenta. Sudah ada aplikasinya dari BKN,” kata Agusman, Rabu (28/10).

Pemetaan talenta memakai matriks sembilan kotak. Hanya ASN yang berada di kotak 7, 8, dan 9 yang berpeluang mengisi jabatan pimpinan tinggi. ASN di kotak tengah, yakni 4 hingga 6, masih harus meningkatkan level sebelum bisa diusulkan.

Agusman memaparkan, tim manajemen talenta akan merating kandidat berdasarkan kompetensi, e-kinerja, rekam disiplin, hingga laporan sasaran kinerja pegawai (SKP). Minimal tiga nama yang memenuhi syarat kemudian dilaporkan kepada Bupati.

Setelah mendapat persetujuan pimpinan daerah, kandidat menjalani pendalaman melalui penulisan makalah dan wawancara. Tim asesor bisa berasal dari tim manajemen talenta atau pihak ketiga, seperti akademisi. “Hasil akhirnya tetap berupa tiga besar seperti mekanisme sebelumnya,” katanya.

Mekanisme ini sekaligus menggantikan Seleksi Terbuka (Selter) melalui panitia seleksi (Pansel). Agusman menyebut perubahan tersebut merupakan bagian dari penerapan sistem merit lingkup Pemerintah KSB. “Ke depannya tidak lagi namanya lamaran untuk pansel seleksi terbuka. Sistem meritokrasi akan lebih objektif lewat manajemen talenta,” tegasnya.

Karena seleksi bertumpu pada data, Agusman mengimbau seluruh ASN rutin memperbarui data pribadi, kompetensi, dan sertifikat di aplikasi MyASN, termasuk dalam Dokumen Manajemen Sistem (DMS). Menurut Agusman, peluang ASN menduduki jabatan sangat bergantung pada kelengkapan data masing-masing.

“Data yang sama juga dipakai untuk kenaikan pangkat, gaji berkala, dan mutasi. Yang bisa mengangkat dirinya di ASN itu adalah dirinya sendiri melalui dokumennya,” ujarnya.

Selain lebih objektif, sistem ini diklaim menghemat waktu dan biaya karena ASN tidak perlu lagi memasukkan lamaran. Agusman memperkirakan anggaran seleksi bisa berkurang signifikan. “Dari sisi anggaran jelas akan lebih murah. Hampir mungkin separuhnya bisa berkurang,” ungkapnya.

Penerapan SiMATA dimulai bertahap dari sekarang. Sebelumnya, Pemda melewati tiga kali pra-ekspos di BKN dan masih memperbaiki sejumlah catatan dari lembaga tersebut. Agusman memperkirakan sistem ini berjalan penuh pada 2027. “Paling di 2027 mungkin sudah mulai seperti ini,” tuturnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *