Badaruddin Duri: Trabas Layak Jadi Agenda Festival Seloto

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Badaruddin Duri saat menghadiri JAS #4, Sabtu (31/10/2026) (Foto: Arkifm)
MEDIAKSB – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Badaruddin Duri saat menghadiri JAS #4, Sabtu (31/10/2026) (Foto: Arkifm)

TALIWANG, MEDIAKSB – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Badaruddin Duri, mengusulkan kegiatan trabas menjadi bagian dari rangkaian Festival Seloto pada 2027 mendatang. Usulan itu muncul setelah Jelajah Alam Sumbawa (JAS) ke-4 di Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, berhasil menarik sekitar 700 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Antusiasme peserta menjadi alasan kuat untuk memasukkan trabas dalam agenda festival desa,” ujarnya saat menghadiri JAS #4 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (31/10).

Menurut politisi partai NasDem itu, tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya potensi olahraga trail di KSB. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang memperkenalkan wisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat Desa Seloto.

“JAS memiliki daya tarik yang tidak hanya terbatas pada komunitas otomotif. Kehadiran peserta dari Sumatera, Jawa, dan Bali menjadi kesempatan bagi Desa Seloto untuk semakin dikenal secara nasional,” ungkapnya.

Masih dengan keterangan Duri, JAS tahun ini turut menghadirkan sejumlah figur penting di dunia olahraga trail nasional. Mereka di antaranya Presiden Trail Indonesia, Agwan, legenda tanjakan Dzakir, serta lady crosser Intan Aboy.

Duri turut mengapresiasi panitia yang mampu menghadirkan tokoh-tokoh tersebut ke Desa Seloto. Menurutnya, kehadiran mereka harus menjadi pemacu semangat bagi panitia penyelenggara.

“Kehadiran beliau di sini tentu harus menjadi semangat buat teman-teman panitia. Saya yakin dan percaya tidak mudah juga menghadirkan beliau untuk menyaksikan event kita pada hari ini,” katanya.

Duri berharap, kehadiran para tokoh trail nasional itu memotivasi panitia dan komunitas trail lokal untuk terus mengembangkan JAS. Badaruddin juga ingin semangat kebersamaan, olahraga, promosi daerah, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian sosial yang terbangun melalui JAS terus dipertahankan.

Sementara itu, Ketua Panitia JAS #4, Lukmanul Hakim, mengatakan jumlah peserta tahun ini mencapai sekitar 700 orang. Peserta datang tidak hanya dari NTB, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Lukmanul menyebut peningkatan jumlah peserta menjadi kebanggaan tersendiri bagi panitia. Selain menjadi wadah menyalurkan hobi dan kemampuan di medan ekstrem. “JAS juga menjadi ruang pertemuan komunitas trail dari berbagai daerah,” tuturnya.

Rangkaian JAS #4 diisi sejumlah agenda, termasuk kompetisi memperebutkan gelar Raja Tanjakan Indonesia Timur. Pada hari pertama, peserta mengikuti tahap penyisihan untuk menjaring enam finalis terbaik.

Keenam finalis itu kemudian bertarung pada babak penentuan di hari kedua untuk merebut gelar Raja Tanjakan Indonesia Timur. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *