Dinkes Provinsi NTB Berikan Bimtek Kader Posyandu Di KSB

Bagikan ke :

Taliwang, Media KSB,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memberikan dukungan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dengan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) 25 Kompetensi Dasar bagi Kader Posyandu.

Tim dari Dinkes Provinsi NTB disambut langsung oleh Kepala Dinkes KSB yang diwakili oleh Sulastri, SKM. Selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat. Sulastri sapaan akrabnya, dalam sambutan mengatakan, tahun 2023 lalu pemerintah KSB melalui Dinkes juga telah melaksanakan sosialisasi 25 Kompetensi Dasar kepada kader Posyandu.

“Sebagian besar kader posyandu yang ada di KSB sudah terpapar terkait 25 Kompetensi Dasar bagi kader, karena di tahun 2023 kemarin Dinkes KSB sudah pernah melakukan kegiatan sosialisasi maupun orientasi kader ke seluruh puskesmas terkait 25 Kompetensi dasar bagi kader tersebut,” ucapnya.

Sulastri menambahkan, meskipun kegiatan sosialisasi pernah dilakukan, Bimtek 25 Kompetensi Dasar yang diinisiasi oleh Dinkes Provinsi NTB juga tetap penting dilakukan. Sebab sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan secara terus menerus dapat memberi manfaat penyegaran dan menjaga kader agar tetap semangat.

“Melalui Bimtek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kader Posyandu dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat semakin optimal dan berkualitas,” harapnya.

Kegiatan Bimtek berlangsung di Posyandu Bahagia I Desa Beru, Kecamatan Jereweh, wilayah kerja Puskesmas Jereweh. Setibanya di lokasi, tim Dinkes Provinsi NTB melakukan diskusi dan wawancara langsung dengan beberapa kader dan tenaga kesehatan terkait dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh kader Posyandu.

Di akhir kegiatan, Tim Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyampaikan bahwa pelaksanaan posyandu, pencatatan, dan pelaporan di Posyandu Bahagia I Desa Beru, Kecamatan Jereweh, telah berjalan dengan baik. Mereka juga menegaskan perlunya dukungan dari berbagai pihak serta edukasi kesehatan kepada seluruh sasaran posyandu untuk meningkatkan kualitas pelayanan. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *