Dinsos KSB Dampingi Program Asistensi Rehabilitasi Kemensos RI

Taliwang, MediaKSB,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Sosial (Dinsos) memberi pendampingan dalam program Asistensi Rehabilitas Sosial (Atensi) Kementerian Sosial Republik Inonesia (Kemensos RI) bersama PT Sentra Paramita beberapa waktu lalu.
Sekretaris Dinsos KSB Alimuddin, SH, M.Inov melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Wardi S.Km mengatakan untuk penerima bantuan merupakan nama-nama yang sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Sasarannya harus memang masuk ke DTKS, diawali dari asesmen tim Sentra Paramita ke masyarakat, Kita hanya mendampingi saja,” katanya.
Disampaikan wardi sapaan akrabnya, pemerintah KSB telah menyiapkan beberapa instrumen yang dibutuhkan sebelum hari penyaluran bantuan.
“Penyerahan secara simbolis hingga penyaluran bantuan dilaksanakan selama tiga hari akhir april lalu hingga awal mei, namun persiapan sudah kami laksanakan dari jauh hari. Sebagian barang bantuan kami beli di Sumbawa Barat, jadi tidak semua dari luar, tujuannya untuk pemanfaatan UMKM lokal,” ucapnya.
Masih keterangan Wardi, ada empat sasaran yang dituju dalam penyaluran bantuan program Atensi Kemensos. Salah satunya termasuk mantan narapidana narkoba. “Sasarannya itu disabilitas, lansia, anak terlantar atau yatim piatu, termasuk satu kemarin dari ex narapidana narkoba,” imbuhnya.
Ada dua penilaian penting yang dilaksanakan pada program kali ini, yakni adalah kondisi penerima dan adakah potensi yang dimiliki. Wardi menjelaskan, jika penerima dinilai memiliki potensi untuk berusaha, maka tidak hanya bantuan kebutuhan dasar saja, bantuan permodalan juga ikut diberikan.
“Hasil dari asesmen bersama Kemensos adalah bagaimana kondisi penerima dan apa potensi yang dimiliki. Bagi penerima bantuan yang dinilai kesulitan dan terkendala kondisi fisik dalam pemenuhan kebutuhan, maka kami berikan kebutuhan dasarnya saja. Namun jika dilihat memiliki potensi usaha, seperti pengalaman bekerja dan bakat, maka kami berikan bantuan usaha,” paparnya.
Ditanya soal bantuan apa saja yang diberikan, Wardi mengatakan pemberian bantuan disesuaikan dengan kemampuan atau pengalaman yang sudah dimiliki oleh calon penerima. Selain itu diadakan juga penilaian kelayakan yang cukup ketat.
“Beberapa bantuan usaha yang telah kita berikan kepada penerima yang dinilai produktif yakni paket ternak ayam termasuk ayam dan bibit, paket berjualan untuk warung sederhana, dan alat las besi. Semua sudah melalui penilaian kelayakan,” jelasnya.
Wardi mengakui adanya potensi penyalahgunaan bantuan yang diberikan, namun pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi penyalahgunaan tersebut. Seperti dengan evaluasi rutin dan berkala yang tetap dilakukan.
“Untuk bantuan permodalan usaha yang telah kita berikan, kami tetap lakukan pengawasan secara rutin. Hal ini untuk evaluasi efektif atau tidak, adakah perkembangan atau hambatan yang dialami. Untuk laporan kami wajibkan per triwulan,” tegasnya.
Pemerintah berharap agar penerima bantuan tidak hanya tercukupi kebutuhannya, namun dapat meningkat statusnya menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi. “Kita berharap dari masyarakat yang awalnya hanya menerima kebutuhan dasar, meningkat menjadi agak mandiri. Sehingga kemiskinan ekstrim ini dapat menurun, termasuk untuk disabilitas berubah menjadi disabilitas andalan (Dilan),” harapnya. (M-01)
