Anggaran Desa Terpangkas, Kades Air Suning Soroti Nasib Pelaksanaan MTQ Kecamatan
Seteluk, MediaKSB, – Pemotongan anggaran desa yang cukup besar berdampak langsung pada keberlangsungan persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan, seperti yang dirasakan Pemerintah Desa Air Suning, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Kepala Desa Air Suning, Irwan Yuliono, mengungkapkan, pemangkasan anggaran desa tahun 2026 menyebabkan banyak rencana kegiatan harus ditinjau ulang. Salah satu yang terdampak adalah kesiapan desa untuk menjadi taun rumah pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan.
“Akibat pemotongan anggaran desa yang cukup besar, ini sangat berdampak pada beberapa program dan kegiatan kami, terutama pada persiapan pelaksanaan MTQ kecamatan yang kebetulan tahun ini Air Suning jadi tuan rumah,” ujarnya, Rabu (14/01).
Kades menjelaskan, setelah dilakukan rapat persiapan, terdapat beberapa opsi solusi yang sedang dipertimbangkan untuk menjaga agar kegiatan MTQ nantinya tetap dapat dilaksanakan sesuai dengan anggaran awal.
Opsi tersebut antara lain mengakomodir kebutuhan anggaran melalui APBDes Perubahan, mendorong kebijakan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada), atau mengupayakan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) KSB.
Irwan memaparkan, dari total APBDes murni Desa Air Suning tahun 2025 sebesar Rp2,5 miliar, setelah disesuaikan dengan pendapatan tahun 2026, anggaran desa mengalami pemangkasan hingga 67 persen. Kondisi paling berat terjadi pada Dana Desa (DD) yang bersumber dari pemerintah pusat.
“Khusus Dana Desa dari pemerintah pusat itu dipangkas hingga 85 persen. Dari Rp1 miliar, lebih hanya tersisa Rp296 juta. Dan itupun sudah ada 8 item yang harus dipecahkan dari dana yang sudah dipotong,” jelasnya.
Menurut Irwan, pemotongan anggaran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk mendukung program pembangunan Koperasi Merah Putih yang menjadi kebijakan pemerintah pusat. Meski pihaknya memahami arah kebijakan nasional, Irwan menilai implementasi di tingkat desa perlu mempertimbangkan kondisi riil masing-masing wilayah.
“Untungnya di sini kami sudah punya bangunannya, bagaimana dengan desa lain yang bahkan lahan saja belum punya,” katanya.
Saat ini, Pemdes Air Suning masih menunggu keputusan dan arahan lebih lanjut dari pemerintah daerah dan pemerintah kecamatan terkait solusi pendanaan, termasuk kepastian dukungan untuk pelaksanaan MTQ.
“Kami berharap ada kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan kegiatan masyarakat desa. Dengan formatyang sudah ada, akan sangat berat jika hanya bersumber dari anggaran desa,” pungkasnya. (M-02)

