Belum Dapatkan Beras, Diskoperindag KSB Menunda Pelaksanaan OPM

Taliwang, MediaKSB,- Rencana Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) untuk melaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) belum bisa direalisasikan, lantaran belum mendapatkan beras yang menjadi bahan pokok dalam paket pasar murah tersebut.
“Memang kami berencana akan melaksanakan OPM khusus untuk warga tergolong miskin pada awal Ramadhan, namun pihaknya terkendala dengan ketersediaan bahan pangan yang akan dijual (beras),” kata Nurdin Rahman, SE selaku pelaksana tugas kepala Koperindag KSB, beberapa hari lalu.
Lanjut Pak Deo sapaan akrabnya, untuk mendapatkan beras sesuai standar dengan jumlah yang dibutuhkan, pihaknya akan membeli pada perum Bulog, namun prosedurnya harus dilakukan pembayaran terlebih dahulu sebelum pendistribusian. “Dinas masih menunggu pencairan Uang Persediaan (UP) yang nantinya bisa dipergunakan untuk membayar beras sesuai kebutuhan pada pihak perum bulog,” lanjutnya.
Dikesempatan itu Pak Deo mengakui, jika pihaknya bisa saja mencari beras dari pihak swasta dengan sistem penggunaan terlebih dahulu baru dilakukan dibayar, namun untuk diketahui bersama, volume beras yang dibutuhkan pemerintah mencapai 7 ton. “Sekarang ini hanya bulog yang memiliki stok dan kita bisa memastikan kualitas beras dimaksud,” akunya.
Selain menunggu adanya UP, Diskoperindag sudah membangun komunikasi dengan sejumlah pihak ketiga yang nantinya dijadikan rekanan. Langkah itu sendiri untuk mempercepat mendapatkan beras yang akan dijual murah pada masyarakat. “Kami juga sedang melakukan seleksi rekanan yang akan bertanggung jawab mengeluarkan beras pada gudangperum bulog,” tandasnya.
Selain menunggu beras, Koperindag juga masih menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati KSB tentang penetapan harga penjualan (tebus) atas paket barang yang dijual dalam program pasar murah tersebut. “Semoga dalam beberapa hari ini sudah ada SK yang akan dijadikan dasar bagi tim untuk menggelar pasar murah,” harapnya.
Program operasi pasar murah kali ini berbeda dengan kegiatan pasar murah umumnya. Para calon pembelinya sudah ditentukan dimana datanya diambil dari data Fakir Miskin 3,32 persen (FM 332) yang ada di Dinas Sosial (Dinsos) setempat. “Yang fakir miskin jadi target utama program ini. Makanya saya bilang ini sebenarnya bukan untuk stabilisasi harga bahan pokok tapi santunan untuk saudara kita yang miskin di bulan ramadhan ini,” timpalnya. (M-01)
