179 Peserta Ikuti Sosialisasi Program PRIMA KSB ke Jepang

Taliwang, MediaKSB, – Sebanyak 179 peserta mengikuti Sosialisasi Program Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia (PRIMA) ke Jepang Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Peserta tersebut merupakan hasil seleksi administrasi dari total 238 pendaftar yang mengikuti program tersebut.
Kegiatan berlangsung di Lantai III Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah KSB, Selasa (04/8), dan dibuka resmi oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah. Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah KSB dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara.
Haji Amar, sapaan akrab Bupati, menegaskan program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami meyakini bahwa sebuah pemerintahan tidak boleh berjalan begitu saja tanpa meninggalkan jejak atau warisan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Bupati menjelaskan Program PRIMA merupakan implementasi Program KSB Maju Luar Biasa pada klaster industri melalui penguatan sektor ketenagakerjaan, termasuk revitalisasi Balai Latihan Kerja dari sisi sarana dan kurikulum. Haji Amar berharap kuota tersebut dapat ditambah secara bertahap pada tahun-tahun mendatang.
“Yang kita dorong adalah lahirnya Pekerja Migran Indonesia yang memiliki kompetensi, keterampilan, disiplin, kemampuan berbahasa, serta siap bersaing secara profesional,” tegasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB Slamet Riadi menjelaskan program ini bertujuan memberikan informasi peluang kerja di Jepang sekaligus membangun kesiapan calon pekerja migran melalui pembinaan berkelanjutan.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai peluang bekerja di Jepang, sekaligus memperkenalkan program pembinaan calon pekerja migran Indonesia,” jelasnya.
Slamet Riadi merinci dari 179 peserta, sebanyak 146 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Seluruh peserta akan menjalani pembinaan daring selama sekitar satu bulan sebelum masuk tahap seleksi berikutnya.
Perwakilan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara Wiwik Farida menyampaikan program ini menjadi kesempatan bagi generasi muda KSB memperoleh pengalaman kerja internasional.
“Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jadilah pribadi yang disiplin, terampil, dan mampu mengikuti etos kerja serta peraturan yang berlaku di Jepang,” tutup Wiwik. (M-04)
