BRIDA KSB Siap Umumkan Pemenang AID 2026 saat Harlah

Bagikan ke :
Foto: Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB, Indra Jaya, S.Pt., M.Si
Foto: Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB, Indra Jaya, S.Pt., M.Si

Taliwang, MediaKSB, – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan seluruh tahapan Lomba Anugerah Inovasi Daerah (AID) Tahun 2026 telah rampung dilaksanakan.

Para pemenang akan diumumkan resmi pada akhir November 2026, bertepatan dengan Upacara Hari Lahir (Harlah) KSB yang diperingati setiap tanggal 20 di Lapangan Upacara Komplek Kemutar Telu Center (KTC), Taliwang.

Proses AID 2026 berlangsung sejak April hingga Juli 2026, melalui tahapan pendaftaran, seleksi administrasi, verifikasi, presentasi, hingga penjurian. Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB, Indra Jaya, S.Pt., M.Si, menjelaskan, pelaksanaan AID 2026 mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, dengan jumlah peserta meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Anugerah Inovasi Daerah Tahun 2026 diikuti sebanyak 42 peserta/tim, terdiri atas 11 peserta kategori Sekolah, 16 peserta kategori Perangkat Daerah, dan 15 peserta kategori Masyarakat. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya diikuti 35 tim, sehingga menunjukkan semakin tumbuhnya budaya inovasi di Kabupaten Sumbawa Barat,” ujarnya, Selasa (21/7).

Seluruh proposal inovasi dinilai secara objektif oleh tim juri independen yang berasal dari unsur akademisi, jurnalis, budayawan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan entrepreneur. Keterlibatan berbagai unsur ini bertujuan menjamin proses penilaian berlangsung transparan, independen, profesional, dan menghasilkan inovasi terbaik yang layak dikembangkan.

Pada masing-masing kategori akan ditetapkan tiga orang/tim terbaik sebagai pemenang. Para juara akan memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan, dengan rincian Juara I sebesar Rp8.000.000, Juara II sebesar Rp6.500.000, dan Juara III sebesar Rp5.000.000. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah KSB kepada para inovator yang melahirkan karya kreatif dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Indra Jaya menegaskan tujuan utama penyelenggaraan AID bukan semata mencari juara, melainkan membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat untuk menunjukkan kemampuan berinovasi sesuai bidang masing-masing.

“Tujuannya agar hasil inovasi dapat diterapkan di lingkungan kerja, dunia pendidikan, masyarakat, maupun pemerintahan sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, tata kelola pemerintahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Indra.

Menurut Kabid, sebuah inovasi harus memenuhi unsur kebaruan (novelty), menghadirkan terobosan, memberikan dampak nyata, manfaat yang jelas, fungsi yang efektif, serta mampu menghasilkan nilai tambah dibanding cara-cara sebelumnya.

Pengembangan inovasi juga tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang benar-benar baru, tetapi dapat mengacu pada prinsip ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi), yaitu mengadaptasi inovasi yang sudah ada dengan penyempurnaan sesuai kebutuhan dan karakteristik daerah.

“Tim juri memberikan nilai lebih tinggi kepada inovasi yang telah masuk tahap implementasi atau minimal uji coba lapangan, karena manfaatnya sudah dapat dibuktikan. Sementara inovasi yang masih sebatas ide atau gagasan tetap diapresiasi, namun nilai implementatifnya tentu belum sekuat inovasi yang telah diterapkan,” pungkas Indra. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *