Bupati Beri Penghargaan Kepada ASN Saat Peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag RI ke 78

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Dr. Ir. H. W. Musyafirin., MM selaku Bupati Sumbawa Barat (KSB) menyerahkan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 19 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) KSB pada acara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke 78. Penghargaan diberikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 123/TK/Tahun 2023 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya.

Kegiatan upacara dilaksanakan di halaman upacara Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sumbawa Barat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Kaharuddin Umar, Perwakilan Unsur Forkofimda, Jajaran Kemenag Kabupaten Sumbawa Barat, para Kepala Sekolah dibawah naungan kementerian Agama, Para Tokoh Agama, dan para siswa MAN dan MtsN se Kabupaten Sumbawa Barat.

Sebagai inspektur upacara, Bupati menyampaikan amanat Presiden terkait tugas dan tanggung jawab yang diemban Kementerian Agama. Diantaranya adalah menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama. “Tugas berat ini dilaksanakan di antaranya dengan memberikan layanan yang adil, transparan, dan akuntabel untuk seluruh umat beragama,” ucapnya.

Tugas lain yang harus dilakukan adalah membangun moderasi beragama sebagai fondasi dalam menciptakan kerukunan. “Kita juga memiliki tugas untuk membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama yakni pendidikan agama yang moderat,” sambungnya.

Hal penting yang disampaikan Bupati adalah bagi ASN dilingkungan Kementerian Agama untuk tetap menjaga netralitas sesuai dengan ketentuan perundangan. “Saya meminta kepada ASN Kementerian Agama untuk membantu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat. Mari kita kawal pemilihan umum ini dari potensi penggunaan politik identitas, terutama identitas keagamaan,” ungkapnya.

Selain itu Bupati juga menghimbau dan mengajak agar seluruh ASN di tengah situasi politik tetap menjaga kondusifitas, keamanan, senantiasa menjaga diri, keluarga, dan masyarakat sekitar. “Agenda pemilihan umum merupakan agenda kita semua, jika ada perbedaan merupakan hal yang lumrah dan wajar, mari jaga diri dan keluarga,” ujarnya. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *