Camat Seteluk Bantah Insiden Adu Jotos, Sebut Hanya Miskomunikasi

Seteluk, – Camat Seteluk, M. Ikhwan, S.I.P., angkat bicara memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar mengenai keributan yang melibatkan dirinya dengan salah satu Kepala Seksi (Kasie) saat apel pagi, Rabu (01/4).
Dalam keterangannya, Ikhwan membantah keras adanya kontak fisik atau adu jotos dalam insiden tersebut. Ikhwan menegaskan, apa yang terjadi di lapangan hanyalah dinamika penyampaian argumen yang lazim dalam lingkungan kerja.
“Tidak ada itu adu jotos, itu informasi yang dilebih-lebihkan. Kejadian sebenarnya adalah penyampaian argumen biasa. Ada pihak yang bertanya, dan kami menjawab. Itu hal yang biasa terjadi dalam koordinasi pemerintahan,” ujar saat dikonfirmasi media ini via telepon.
Camat menjelaskan, situasi yang sempat memanas tersebut dipicu oleh upaya pimpinan dalam menegakkan kedisiplinan pegawai secara umum. Ikhwan mengungkapkan, pihak kecamatan tengah menyoroti adanya indikasi ketidakjujuran dalam sistem absensi. Menurutnya, ditemukan penggunaan aplikasi tertentu yang memanipulasi kehadiran atau absensi palsu oleh oknum pegawai.
“Ceritanya bermula dari temuan penggunaan aplikasi absensi palsu. Nah, setelah itu terdeteksi, saya mengingatkan secara umum kepada seluruh pegawai saat apel pagi agar lebih rajin masuk kantor dan jangan melakukan hal-hal seperti itu lagi,” jelasnya.
Ikhwan menambahkan, langkah tegas ini diambil demi rasa keadilan bagi pegawai lain yang selama ini telah bekerja dengan jujur dan disiplin. Ikhwan menyayangkan jika ada pegawai yang jarang masuk namun laporan kehadirannya mencapai 100 persen.
“Ini kan jadi tidak adil juga untuk pegawai yang lain. Kita minta kebersamaan gitu,” imbuhnya.
Terkait kabar adanya laporan ke pihak berwajib, Ikhwan juga meluruskan bahwa tidak ada proses lapor-melapor sebagaimana isu yang berkembang. Pasca-kejadian, situasi di kantor kecamatan diklaim kembali kondusif.
Mengenai upaya penyelesaian internal, Ikhwan mengklarifikasi bahwa pertemuan khusus untuk memediasi persoalan tersebut memang direncanakan, namun belum sempat terlaksana. Hal ini dikarenakan adanya agenda mendesak yang harus segera dihadiri oleh Camat di luar kantor.
“Setelah kejadian saya langsung ikuti rapat pengerjaan drainase Orong Gantong bersama masyarakat terdampak, pihak PUPR, dan Pertanahan di Kantor Desa Seteluk Rea. Jadi memang belum sempat duduk bersama (dengan Kasie terkait),” ungkap Ikhwan.
Camat menegaskan, setelah apel seluruh pihak kembali ke aktivitas masing-masing untuk menjalankan tugas kedinasan. “Intinya hanya miskomunikasi. Setelah apel, kami masing-masing kembali ke ruangan untuk melanjutkan pekerjaan seperti biasa. Tadi kan kita masing masing ke ruangan, dia ke ruangan saya ke ruangan. Tidak ada yang saling bagaimana-bagaimana,” imbuhnya.
Menutup keterangannya, Ikhwan berharap insiden ini menjadi momentum untuk membangun budaya tertib di lingkungan Kecamatan Seteluk. Ikhwan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas disiplin dan kebersamaan antarpegawai.
“Jangan cepat termakan isu. Kami ingin membangun budaya kerja yang jujur. Kita minta kebersamaan agar kualitas pelayanan publik di Seteluk semakin meningkat,” pungkasnya. ()
