Dikbud KSB : Awal Tahun Siswa SMPN 4 dan SMPN 5 Poto Tano Bisa Gunakan RKB

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memastikan, saat ini ada aktifitas pembangunan gedung sekolah baru untuk dijadikan sebagai Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Poto Tano, serta untuk SMPN 5 Poto Tano dan semoga bisa mulai dipergunakan pada awal tahun mendatang.

“Jika tidak ada kendala dalam proses pembangunannya, maka para pelajar pada dua sekolah itu sudah bisa menikmati Ruang Kelas Baru (RKB) pada awal tahun mendatang, jadi kita tunggu saja proses pembangunan yang sedang berlangsung,” kata Khusnarti, S.Pd, MM.Inov selaku kepala Dikbud KSB kepada media ini beberapa waktu lalu.

Diingatkan Narti sapaan akrabnya, SMPN 4 Poto Tano merupakan satuan pendidikan baru yang dibentuk pemerintah untuk mendekatkan layanan dunia pendidikan. “Aktifitas belajar siswa SMPN 4 Poto Tano selama ini menumpang di SD Senayan, semoga mulai awal tahun nanti sudah bisa belajar dengan nyaman karena sudah punya sekolahnya sendiri,” lanjutnya sambil menambahkan bahwa pada tahun mendatang sudah menghasilkan tamatan angkatan pertamanya.

Sementara SMPN 5 Poto Tano yang berada di desa Tua Nanga sebelumnya tergabung dengan Sekolah Satu Atap (SATAP) Tua Nanga. Namun oleh Dinas Dikbud KSB diputuskan untuk dipisahkan menjadi satuan pendidikan tersendiri karena dalam beberapa tahun terakhir jumlah siswanya terus bertambah. “Pembangunan sekolah baru itu menjadi bukti komitmen pemerintah KSB merespon apa yang menjadi harapan dan permintaan masyarakat,” ungkapnya.

Memperbaiki sarana penunjang aktifitas pendidikan setiap tahun tetap dilaksanakan pemerintah KSB, meskipun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau tanpa dukungan anggaran lain. “Seluruh pembiayaan pembangunan kedua SMP itu ditalangi melalui APBD KSB tahun 2023 ini,” tegasnya.

Diingatkan Narti, untuk sementara tidak ada alokasi anggaran dari pemerintah pusat dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. “Untuk tahap pertama ini kita talangi sepenuhnya pakai APBD. Tapi insyaallah mulai tahun depan saat semua Data Pokok Kependidikan (Dapodik), maka lanjutan pembangunan kedua sekolah dengan DAK,” urainya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *