Dinsos KSB Dekatkan Layanan Disabilitas di Brang Ene

Brang Ene, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mendekatkan layanan sosial kepada masyarakat melalui kegiatan Upaya Pelayanan Sosial Keliling Gotong Royong (UPSK-GR). Program tersebut menyasar penyandang disabilitas di seluruh Posyandu se-Kecamatan Brang Ene.
Kegiatan UPSK-GR berlangsung mulai 2 hingga 18 September 2026. Sebanyak 44 penyandang disabilitas menjadi sasaran pelayanan yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah unsur di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
Kepala Dinsos KSB, H. NS Kamaluddin, mengatakan UPSK-GR menjadi salah satu upaya pemerintah mendekatkan pelayanan sosial kepada masyarakat, khususnya kelompok penyandang disabilitas.
“UPSK-GR merupakan salah satu upaya mendekatkan layanan sosial di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Posyandu bagi penyandang disabilitas,” ujarnya kepada media ini, Jumat (04/9).
Menurut Kamaluddin, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan. Pemerintah juga memberikan layanan rehabilitasi sosial, pemutakhiran data, pengusulan bantuan sosial, serta edukasi bagi kelompok rentan.
Pendekatan pelayanan secara langsung di Posyandu dinilai penting untuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses layanan sesuai kebutuhan. Pemutakhiran data juga menjadi bagian penting agar kondisi dan kebutuhan penerima layanan dapat teridentifikasi secara lebih akurat.
Kamaluddin menjelaskan, UPSK-GR sekaligus menjadi bagian dari implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
Aturan tersebut mengubah fungsi posyandu yang semula terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak, menjadi mencakup enam bidang layanan dasar, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Dinas Sosial, Puskesmas, Pemerintah Desa, AGR, serta kader Posyandu. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, terpadu, dan responsif bagi kelompok rentan.
“Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi sosial, pemutakhiran data, pengusulan bantuan sosial, dan edukasi kelompok rentan,” katanya.
Kamaluddin berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, dan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas.
“Kami berharap pelayanan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas dan keluarganya. Kami juga ingin pelayanan sosial semakin dekat dan mudah diakses oleh masyarakat,” pungkasnya. (M-03)
