Diskan KSB : Kolam Terpal Jadi Solusi Budidaya Ikan Air Tawar

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Menurunnya produksi ikan air tawar akibat kurangnya debit air saat kemarau, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Perikanan (Diskan), menggunakan alternatif kolam terpal sebagai upaya menjaga produksi budidaya ikan air tawar tetap berjalan. Penggunaan kolam terpal sebagai media budidaya dinilai lebih efektif untuk menjaga air kolam dari kekeringan.

“Saat kemarau air pada kolam tanah akan lebih mudah mengering karena pasokan air yang kurang, kolam terpal dapat menjadi solusi untuk mengatasi kurangnya air. Bukan juga tidak membutuhkan air, tapi pembudidaya ikan bisa mengambil air dari sumur dan dari sumber lain yang memenuhi persyaratan juga bisa,” kata Noto Karyono S.Pi, M.Si selaku kepala Diskan KSB beberapa waktu lalu.

Noto sapaan akrabnya mengungkapkan, jika kurangnya debit air akibat musim kemarau tidak dapat dielakkan. Dampak dari kekeringan juga tidak hanya menyerang sektor perikanan air tawar, namun sektor pertanian juga terkena dampak. Latarbelakang lain yang menyebabkan turunnya produksi ikan air tawar adalah dilakukannya perbaikan saluran irigasi yang menjadi sumber air. “Kemarau pasti berpengaruh, tidak hanya perikanan, pertanian juga ikut terdampak. Selain kemarau perbaikan saluran irigasi juga menjadi faktor,” ungkapnya.

Disisi lain Ahlul Afwan S.Pi, .M.M.Inov sekalu kepala bidang (Kabid) perikanan budidaya, menjelaskan jika pemerintah telah menyiapkan bantuan kepada pelaku utama budidaya ikan air tawar.  “kita untuk tahun ini mendapat bantuan sarana dan prasarana budidaya ikan sistem Bioflok dari kementrian Kelautan dan Perikanan untuk tiga kelompok, per satu kelompok mendapat 6 unit. Ada tiga titik, ada di Lamuntet, Seteluk Atas, dan Tapir. Sementara Pemerintah Daerah sendiri menyiapkan 10 unit kolam untuk lele dan 6 unit kolam untuk nila,” jelasnya saat mendampingi Kadis Diskan KSB.

Masih keterangan Afwan, untuk bantuan dari kementrian adalah sarana dan prasarana budidaya  sistem bioflok, sementara bantuan dari pemerintah KSB berupa kolam terpal bagi pembudidaya pemula. “Bantuan dari kementrian berupa sarpras kolam bioflok, kalau dari pemerintah daerah berupa kolam terpal untuk pemula,” sambungnya.

Terkait pengembangan budidaya ikan, Afwan mengatakan, jika pemerintah siap mendampingi pelaku utama budidaya ikan dengan melakukan pelatihan teknis sampai ke desa, baik untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman. “Kami juga melakukan bimbingan teknis di desa, kemarin di desa Tepas” katanya sambil menjelaskan pelatihan teknis dilakukan agar setidaknya proses budidaya mendekati dari teknis yang seharusnya.

Sebagai informasi, terdapat beberapa macam kolam terpal yang biasa digunakan untuk budidaya ikan air tawar. Jenis pertama adalah model bioflok, jenis ini memerlukan teknis yang cukup rumit sehingga biasanya digunakan oleh pelaku budidaya ikan yang sudah berpengalaman. Jenis kedua adalah semi bioflok, dan yang terakhir adalah kolam terpal bagi pemula. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *