Diskan KSB Masih Validasi Data Calon Penerima Asuransi Nelayan

Foto: Kadis Diskan KSB, Noto Karyono, S.Pi, M.Si

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Perikanan (Diskan), terus melakukan validasi data nelayan yang akan menjadi calon penerima program asuransi, karena memang program dimaksud menjadi salah satu target realisasi dalam 100 hari kerja Bupati dan wakil Bupati KSB, H Amar Nurmansyah – Hj Hanipah. 

“Program Asuransi Nelayan adalah bagian dari program unggulan Bupati dan Wakil Bupati KSB dalam Program Kartu KSB Maju. Sebelum direalisasikan, calon penerima harus dilakukan validasi dalam rangka memastikan bahwa nelayan dimaksud memang memenuhi syarat untuk diberikan bantuan,” ucap Noto Karyono, S.Pi, M.Si selaku kepala Diskan KSB.

Diakui Noto sapaan akrabnya, validasi yang dilakukan memang membutuhkan waktu panjang, mengingat jumlah nelayan yang terdata untuk dilakukan validasi sebanyak 5.008 orang dengan rincian, nelayan tangkap sebanyak 2.341 orang dan nelayan budidaya sebanyak 2.611 orang. “Kami terus bergerak untuk memastikan dalam waktu dekat dapat dirampungkan,” lanjutnya.

Dalam proses validasi datanya, Dinas Perikanan KSB menerapkan sejumlah persyaratan. Mulai dari calon penerima program merupakan warga KSB, tercatat aktif dan produktif dalam menjalankan usahanya serta berlanjutan dan terakhir telah mengantongi Kartu Usaha Perikanan (Kusuka) yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dijelaskan Noto, dalam memenuhi persyaratan dimaksud, pihaknya tetap memfasilitasi para nelayan. Terutama dalam pembuatan kartu Kusuka, dimana para penyuluh perikanan bahkan staf kantor dinas diterjunkan untuk menampingi nelayan membuat kartu tersebut. “Karena daftarnya lewat aplikasi untuk dapat kartu Kusuka, maka disiapkan petugas untuk melakukan pendampingan,” terangnya sambil menyampaikan bahwa nelayan yang sudah memiliki kartu Kusuka sudah melebihi 60 persen dari target.

Dikatakan Noto di bidang perikanan, aktivitas masyarakat tidak sekedar kegiatan tangkap dan budidaya. Namun ada juga ada aktivitas pengelolaan produk dan sumber daya perikanan. Terhadap warga yang berusaha di bidang itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag). Harapannya pada dinas tersebut, warga yang bergelut di bidang pengelolaan produk dan sumber daya perikanan bisa diberi akses program lainnya. “Asuransi yang kami tangani menyangkut keselamatan jiwa nelayan. Nah kalau mungkin yang punya bergelut diusaha perikanan, dapatnya asuransi barang karena kan UKM dan itu ada di Dinas Koperindag ranahnya,” tukasnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *