Disnaker KSB Berencana Usulkan Relokasi Bangunan BLK

Taliwang, MediaKSB,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) sudah mengusulkan untuk pemindahan lokasi Balai Latihan Kerja (BLK), dimana infrastruktur penyedia tenaga kerja yang berada di Kecamatan Poto Tano akan direlokasi di kecamatan Taliwang.
“Kami sudah mengusulkan untuk relokasi bangunan BLK dan juga sudah melakukan identifikasi lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan BLK,” kata Slamet Riadi M.Si selaku kepala Disnakertrans KSB, kemarin.
Masih pengakuan Meta sapaan akrabnya, lokasi alternatif yang masuk dalam radar Disnakertrans KSB berada di Kelurahan Telaga Bertong dengan luas lahan antara sekitar 8 sampai 10 hektar are. “Sudah ada lahan yang representatif untuk dijadikan tempat pembangunan BLK baru,” lanjutnya.
Selanjutnya Disnakertrans KSB di tahun ini akan mengajukan anggaran pembebasan lahannya di APBD Perubahan berikut pembiayaan penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau rancang bangun rincinya. “Untuk lahan dan DED-nya kita targetkan selesai tahun ini,” janjinya.
Untuk pembangunannya sendiri, Slamet selanjutnya menjelaskan, akan memulainya pada tahun 2025 mendatang. Pihaknya kata dia, saat ini tengah mencoba mencari anggaran pusat guna pembiayaannya. Untuk diketahui BLK Poto Tano di awal pembangunannya menggunakan pendanaan pusat dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).
“Mudah-mudahan bisa dapat dari anggaran pusat. Tapi kalau pun tidak ada, kita akan memulainya lewat APBD sambil kita terus cari peluang pembiayaan pusat untuk melengkapi seluruh fasilitas BLK di tempat barunya nanti,” papar mantan sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) ini.
Berikutnya ditanya dengan bangunan BLK Poto Tano pasca relokasi nantinya? Slamet menuturkan, pihaknya akan mengembalikannya kepada pemerintah. Mengingat saat ini mengacu pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kecamatan Poto Tano, lokasi keberadaan BLK telah ditetapkan sebagai pusat agro industri. “Nanti pemerintah yang tentukan mau dipakai untuk apa bekas bangunan itu setelah gedung BLK yang baru selesai dibangun,” ungkapnya.
Untuk diketahui, latar belakang keputusan relokasi BLK Poto Tano ke wilayah kota Taliwang salah satunya karena alasan jarak. Fasilitas latihan kerja pemerintah itu oleh banyak pihak dianggap terlalu jauh. Selain itu lokasinya juga kurang representatif untuk beberapa jenis kegiatan pelatihan. (M-02)
