DPRD KSB Nilai Proyek Drainase Kota Taliwang Gagal Perencanaan

Taliwang, MediaKSB, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menilai, proyek pembangunan saluran drainase di Kota Taliwang bermasalah dan terindikasi gagal dalam aspek perencanaan. Penilaian itu disampaikan menyusul masih terjadinya genangan air di sejumlah titik meski saluran drainase baru saja dibangun.

Genangan air muncul di beberapa ruas jalan utama Kota Taliwang akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut pada pertengahan bulan Desember. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas proyek drainase yang menelan anggaran cukup besar namun belum mampu mengalirkan limpasan air hujan secara optimal.

Ketua DPRD KSB, Kaharuddin Umar menyoroti fakta, saluran drainase yang dibangun menggunakan material beton berukuran besar justru tidak berfungsi maksimal. Menurutnya, persoalan utama terletak pada perencanaan yang tidak jelas, khususnya terkait arah dan titik pembuangan akhir air.

“Yang seharusnya dipikirkan itu adalah pembuangan akhirnya ke mana. Ini proyek dibuat, tapi tidak ada arah yang jelas ke mana air dibuang. Akibatnya, seperti di depan SMP Negeri 1 Taliwang dan Kantor Pegadaian, drainase justru semakin besar tetapi tetap tergenang air hujan,” tegas Kaharuddin beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD KSB menjelaskan, perencanaan saluran drainase semestinya dimulai dari hilir atau titik pembuangan akhir, kemudian ditarik ke hulu. Di beberapa wilayah, seperti Lingkungan Sebok, aliran air seharusnya diarahkan hingga ke jembatan. Sementara untuk kawasan Sampir–Menala, pembuangan akhir idealnya berada di wilayah Sampir.

Namun, khusus jalur drainase di depan SMP Negeri 1 Taliwang hingga Lingkungan Arab Kenangan dan menuju SMA Negeri 1 Taliwang, Kaharuddin menduga perencanaannya dilakukan secara bertahap tanpa sistem terpadu yang jelas.

“Kalau ada rencana membangun, perencanaannya harus matang sejak awal. Jangan hanya karena ada anggaran lalu pekerjaan dijalankan tanpa konsep yang jelas,” ujarnya.

Selain aspek perencanaan, Kaharuddin juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan. Ketua DPRD KSB menilai kehadiran konsultan pengawas tidak terlihat maksimal, sementara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait jarang turun langsung untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis.

Kaharuddin juga mengingatkan, arah aliran air di sejumlah titik diduga hanya bermuara ke kawasan Lang Sesat yang kini telah menjadi pemukiman warga, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan baru di masa mendatang.

Dengan sisa waktu yang terbatas, Kaharuddin memperkirakan proyek drainase Kota Taliwang tidak akan rampung pada tahun anggaran 2025. DPRD KSB berencana menyerahkan dokumentasi kondisi genangan air di lapangan kepada Balai Jalan sebagai bahan evaluasi. “Di lokasi itu hanya ada satu gorong-gorong, jelas tidak cukup,” pungkasnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *