Duri: Kerjasama MCU dengan PT AMNT Peluang Perkuat Layanan Kesehatan dan PAD KSB
Taliwang, MediaKSB, – Rencana kerja sama antara PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terkait penyelenggaraan layanan Medical Check-Up (MCU) dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat layanan kesehatan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Kunjungan manajemen PT AMNT ke RSUD Asy-Syifa’ beberapa waktu lalu membuka ruang negosiasi agar pemeriksaan kesehatan karyawan perusahaan tambang raksasa itu dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Wakil Ketua DPRD KSB, Badaruddin Duri, menilai inisiatif tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret baik oleh perusahaan maupun pemerintah daerah.
“Kalau rencana ini direalisasikan, tidak hanya RSUD Asy-Syifa’ yang akan mendapatkan manfaat, tetapi juga Labkesmas Taliwang. Keduanya bisa menampung kebutuhan pemeriksaan ribuan bahkan puluhan ribu karyawan Batu Hijau,” ujarnya, Senin (25/8).
Menurut Duri, fasilitas kesehatan yang dimiliki KSB sudah semestinya berfungsi optimal. Dengan tambahan dukungan dari sektor swasta, kapasitas RSUD dan Labkesmas akan terdorong untuk terus ditingkatkan, baik dari segi peralatan maupun kualitas sumber daya manusia.
Ini peluang bagi kita untuk memperkuat layanan kesehatan, apalagi jika AMNT benar-benar menjadikan RSUD sebagai pusat MCU karyawannya,” tambahnya.
Wakil Ketua DPRD juga mengingatkan agar pemerintah daerah merespon cepat sinyal positif dari PT AMNT. Persiapan teknis di RSUD Asy-Syifa’ maupun percepatan pengoperasian Labkesmas Taliwang disebut menjadi langkah penting agar KSB tidak kehilangan kesempatan.
“Kami minta manajemen rumah sakit bersama Dinas Kesehatan segera memastikan kesiapan sarana dan SDM, sehingga begitu kerja sama berjalan, kita sudah siap melayani,” tegasnya.
Selain peningkatan layanan kesehatan, potensi ekonomi dari kerja sama ini dinilai signifikan. Setiap karyawan Batu Hijau diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan minimal setahun sekali. Dengan jumlah pekerja yang mencapai puluhan ribu, potensi PAD dari jasa layanan MCU diperkirakan cukup besar.
“Bayangkan berapa banyak pendapatan yang bisa masuk hanya dari pemeriksaan kesehatan ribuan karyawan itu. Kalau perusahaan aliansi dan subkontraktornya juga menggunakan fasilitas kita, tentu dampaknya akan jauh lebih besar,” katanya.
DPRD berharap keseriusan PT AMNT dan Pemda KSB tidak hanya berhenti pada tataran wacana, melainkan segera diwujudkan dalam kerja sama nyata. “Selain meningkatkan PAD, kerjasama ini bisa menjadi tonggak bagi KSB dalam membangun ekosistem layanan kesehatan yang lebih kuat, profesional, dan berdaya saing,” pungkasnya. (M-02)

