E-RDKK Jadi Data Acuan Bantuan Panen KSB Maju Tani Ternak

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menegaskan, data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) menjadi satu-satunya rujukan dalam penetapan penerima bantuan panen dari program  KSB Maju Tani Ternak.

Kepala Distan KSB, Jamilatun, S.Pt., mengatakan, program KSB Maju Tani Ternak dirancang berbasis data dan sistem, sehingga tidak berbasis pendataan manual atau kebijakan insidentil di lapangan.

“Kalau dia sudah masuk atau misal pernah menebus pupuk maka datanya sudah masuk E-RDKK. Jadi harus masuk dulu meski luas lahannya sudah sesuai tapi kalau belum masuk tidak mendapat,” tegas Jamilatun, Jumat (09/1).

Kadis menjelaskan, keluhan petani yang tidak menerima bantuan umumnya disebabkan oleh ketidaksesuaian data antara pemilik lahan dan penggarap. 

“Persoalan di lapangan itu sering karena yang punya lahan tidak menggarap, jadi tidak terdata. Sementara yang menggarap yang terdata,” katanya.

Jamilatun menekankan, Distan KSB tidak diperbolehkan melakukan pendataan di luar sistem E-RDKK. Semua bantuan mengacu pada data nominatif yang telah diverifikasi berjenjang dari tingkat desa hingga pusat. “Dasarnya data nominatif itu, itu bedanya dengan bantuan yang lain,” ujarnya.

Untuk itu, Distan KSB mengimbau petani penggarap atau pemilik lahan yang belum terdaftar agar segera melapor ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan masing-masing. Melalui BPP, petani akan dibantu masuk ke kelompok tani dan didaftarkan secara resmi dalam sistem E-RDKK. “Kalau belum masuk, silahkan lapor ke BPP supaya bisa kita fasilitasi,” himbaunya.

Jamilatun menambahkan, peran penyuluh pertanian di lapangan sangat menentukan dalam menjaga akurasi data. Setiap penyuluh memiliki wilayah binaan per desa dan secara rutin melaporkan data tanam dan panen sebagai dasar penyaluran bantuan.

Jamilatun juga meluruskan pemahaman publik terkait subsidi panen dalam program KSB Maju Tani Ternak. Bantuan tidak dihitung hanya berdasarkan luas tanam, aspek hasil panen yang benar-benar diperoleh petani juga menjadi penilaian. “Kalau yang dicari itu bukan hanya luas tanam, tapi jumlah panen, beda,” katanya.

Melalui sosialisasi berlapis, Distan KSB berharap petani memahami bahwa E-RDKK adalah kunci utama akses bantuan. Dengan data yang akurat, penyaluran Bantuan KSB Maju Tani Ternak diharapkan tepat sasaran dan benar-benar membantu petani saat musim panen. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *