H. Musyafirin Resmi Ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank NTB Syariah
Taliwang, MediaKSB, – Tokoh Pulau Sumbawa sekaligus mantan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dua periode, Dr. H. W. Musyafirin, baru-baru ini telah resmi ditetapkan sebagai Komisaris Independen PT Bank NTB Syariah.
Penetapan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 4 Desember 2025 malam di Auditorium Raudhah Bank NTB Syariah Lantai 6.
Corporate Secretary Bank NTB Syariah, Lalu Muhammad Ramzi Chalid, dalam siaran pers yang diterima Jumat (5/12), menjelaskan, H. Musyafirin ditetapkan bersama dua nama lainnya, yakni Anis Mujahid Akbar dan Achmad Fauzi.
Komisaris Independen yang ditetapkan yaitu, Anis Mudjahid Akbar, Achmad Fauzi, dan Dr. H. W. Musyafirin. Anis Mujahid Akbar, jadi Komisaris Utama. Mereka bertugas berlaku efektif setelah persetujuan OJK sesuai hasil Penilaian Kelayakan dan Kepatutan (PKK) dalam empat tahun kedepan,” katanya.
Dalam RUPSLB juga membahas sejumlah agenda strategis yang menandai langkah penting bank pelat merah ini. Salah satu keputusan utama adalah persetujuan terhadap rencana pengkinian aksi pemulihan (Recovery Plan) Tahun 2025, sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan OJK Nomor 5 Tahun 2024 tentang penetapan status pengawasan dan penanganan permasalahan bank umum.
Dokumen tersebut nantinya akan diajukan kepada OJK sebagai bagian dari upaya memastikan stabilitas dan ketahanan Bank NTB Syariah dalam menghadapi dinamika industri perbankan.
Selain itu, pemegang saham juga menyepakati penambahan modal disetor. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menambah setoran tunai sebesar Rp10 miliar, sehingga total modal disetor menjadi Rp60,6 miliar.
Sementara Pemerintah Kabupaten Sumbawa menambahkan Rp5 miliar, yang menaikkan total modal disetor daerah tersebut menjadi Rp79,6 miliar. Penambahan modal ini dianggap penting untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas bank dalam melakukan ekspansi layanan.
RUPSLB turut menetapkan susunan Direksi dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang baru. Menurut Ramzi Chalid, para pemegang saham menaruh harapan besar terhadap formasi terbaru tersebut agar mampu mempercepat langkah strategis yang telah dirumuskan.
Dengan kombinasi keahlian dan pengalaman para pengurus baru, Bank NTB Syariah diharapkan dapat meningkatkan kualitas aset, memperkuat efisiensi operasional, serta memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah.
“Komposisi pengurus ini dipercaya dapat mengakselerasi kinerja bank dan memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan NTB. Transformasi menyeluruh dan langkah pemulihan menjadi fokus utama ke depan, sejalan dengan tuntutan industri perbankan syariah yang semakin kompetitif,” tutup Ramzi. (M-01)

