Akibat Gagal Panen, Kades Kertasari Memohon Perhatian Pemerintah

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Desa Kertasari Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kini terperangkap dalam krisis yang mengancam kelangsungan hidup para petani. Kekeringan yang parah telah menyebabkan kehancuran total bagi hasil panen jagung mereka. Kepala Desa (Kades) Kertasari, Syarifuddin menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang melanda desanya.

“Kekeringan ini telah mengancam penghasilan para petani jagung di Desa Kertasari. Tidak ada satupun tanaman yang mampu bertahan. Kami menghadapi kegagalan panen 100%,” ujar Bapak Ahmad dengan nada penuh keprihatinan,” kata Kades.

Sejak beberapa bulan terakhir, Desa Kertasari dilanda kekeringan yang mengancam kesuburan lahan pertanian mereka. Curah hujan yang minim telah mengeringkan sumber air utama mereka, membuat tanah menjadi retak dan tidak lagi subur. Petani yang biasanya bergantung pada musim hujan untuk pengairan tanaman mereka, kini merasa kesulitan. “Harus diakui memang kami masih sangat mengandalkan hujan,” ucapnya.

Disampaikan Syarifuddin, harapannya agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret untuk membantu para petani yang terdampak. “Kami membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Bantuan air bersih, bantuan pupuk, atau program irigasi yang lebih baik sangat kami perlukan untuk mengatasi musibah ini,” ujarnya.

Selain itu, Syarifuddin juga menyoroti perlunya jaminan atau asuransi bagi petani di masa depan. Menurutnya, dengan adanya jaminan atau asuransi, petani akan merasa lebih aman dan terlindungi dari risiko gagal panen akibat bencana alam atau faktor lainnya.

“Banyak petani di desa kami yang telah kehilangan sumber perekonomian akibat kekeringan ini. Jaminan atau asuransi pertanian akan memberikan keamanan finansial bagi mereka, sehingga mereka tidak terlilit utang atau kehilangan tanah mereka akibat bencana seperti ini,” ungkap Kades dengan penuh harap.

Sementara itu, masyarakat Desa Kertasari bersama para petani terus berupaya bertahan di tengah krisis ini. Mereka saling bahu-membahu dalam mencari solusi serta memberikan dukungan moral satu sama lain.Mereka berharap agar langkah-langkah nyata dapat segera diambil pemerintah untuk mengatasi masalah kekeringan yang mengancam mata pencaharian mereka.

“Alhamdulillah akhir-akhir ini sudah mulai hujan, tapi tetap saja kondisi kemarin harus dijadikan pelajaran. Kami ingin pemerintah agar lebih peka dengan persoalan masyarakat,” ucap Surya salah satu petani jagung yang terkena dampak. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *