Kades Tapir Seteluk Ungkap Tantangan Kegagalan Tanam dan Panen

Bagikan ke :

Seteluk, MediaKSB,- Zainuddin, SE selaku Kepala Desa (Kades) Tapir Kecamatan Seteluk di Kabuptane Sumbawa Barat (KSB) memaparkan situasi sulit yang sedang dihadapi para petani di desanya. Data terbaru menunjukkan bahwa 65 hektar lahan untuk padi terancam gagal tanam, sedangkan 12 hektar lagi terancam gagal panen. Sementara itu, 40 hektar lahan untuk jagung, meskipun sudah mulai tumbuh, tetapi ada kemungkinan mengalami gagal panen.

“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi para petani, karena mereka bergantung pada hasil pertanian sebagai sumber utama. Selain akibat kondisi cuaca, pembebasan lahan juga menjadi penyebabnya,” paparnya.

Zainuddin mengakui, masyarakat desa kerap kali meminta bantuan pemerintah desa untuk menangani permasalahan yang sedang mereka hadapi. “Masyarakat sering menanyakan bantuan pemerintah untuk membantu permasalahan yang sedang dihadapi,”

Menyikapi situasi ini, Pemerintah Desa Tapir telah mengambil langkah dengan mengajukan surat permohonan bantuan kepada Bupati melalui penyuluh pertanian setempat. Surat tersebut meminta bantuan bagi masyarakat yang mengalami gagal tanam dan gagal panen. “Kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada para petani yang sedang mengalami kesulitan ini. Mereka sangat membutuhkan bantuan untuk mengatasi dampak ekonomi dari kegagalan panen,” ujarnya.

Selain permohonan bantuan, Pemerintah Desa juga berharap agar saluran irigasi dari bendungan segera difungsikan. Kades menyebutkan jika Desa Tapir merupakan wilayah tadah hujan yang sangat bergantung pada air hujan untuk kebutuhan pertanian. “Kami berharap kedepannya saluran irigasi dapat segera difungsikan, sehingga para petani kami dapat lebih mudah mendapatkan air untuk mengairi lahan pertanian mereka,” tambahnya.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah setempat, Zainuddin berharap para petani di Desa Tapir dapat segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan untuk mengatasi dampak dari gagal tanam dan gagal panen. “Semoga langkah-langkah ini dapat membantu meringankan beban ekonomi para petani dan meningkatkan ketahanan pangan di Desa Tapir,” harapnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *