Kartu KSB Maju Tani Ternak Jadi Tameng Petani Hadapi Musim Panen

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui program Kartu Sumbawa Barat Maju Tani Ternak menyiapkan bantuan panen sekaligus perlindungan bagi petani dari risiko gagal panen melalui skema subsidi panen dan asuransi tani.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) KSB, Jamilatun, S.Pt. menjelaskan, pada akhir tahun 2025 realisasi Kartu KSB Maju Tani Ternak sudah mulai berjalan secara bertahap. Salah satunya adalah subsidi panen dan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Kalau untuk KSB maju, kan ada subsidi panen untuk petani, AUTP, ada juga bantuan 10% untuk harga bibit dan pakan unggas. Akhir tahun 2025 sudah mulai berjalan bertahap melalui APBD perubahan,” ujar Jamilatun kepada media ini, Selasa (06/01).

Jamilatun menyebutkan, saat ini tercatat sekitar 5.000 hektar lebih lahan produktif di KSB. Seluruhnya tercatat sebagai peserta AUTP yang mendapat asuransi melalui PT Jasindo jika terjadi gagal panen akibat bencana atau serangan hama.

“Skema subsidi panen juga telah direalisasikan dalam dua tahap. Tahap pertama menyasar lahan sekitar 400 hektare, untuk tahap kedua sekitar 300 hektare, jadi ada 700 hektar yang sudah,” paparnya.

Jamilatun menambahkan, bantuan subsidi panen yang diberikan ditujukan untuk satu hektar padi dan satu hektar jagung per petani dengan nilai bantuan sebesar Rp. 500 ribu per hektar. Ketentuan ini diterapkan agar bantuan lebih merata dan tidak terkonsentrasi pada petani dengan lahan luas.

“Kalau dia punya lahan lima hectare misalnya, satu hektar saja yang ditanggung, tapi kalau padi sama jagung bisa masing-masing satu hektar,” jelasnya.

Jamilatun menambahkan, filosofi utama bagi subsidi panen adalah membantu petani menutup biaya panen, bukan biaya tanam. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap hasil panen petani dapat dinikmati lebih utuh, tanpa terkuras oleh biaya di tahap akhir.

“Bantuan Ini bukan untuk bayar sewa ini sewa itu saat menanam, ini untuk bantuan saat panen. Ini merupakan respon Bupati kita atas keluhan masyarakat terhadap biaya panen,” ujarnya.

Terkait realisasi jaminan bagi petani, Distan KSB telah mencatat skema asuransi bagi petani yang sudah berjalan, salah satunya pada kasus serangan wereng coklat dan hijau di Kecamatan Brang Rea.

“Kasus tersebut saat ini tengah diproses dalam skema klaim AUTP melalui PT Jasindo.  Nanti akan ada penilaiannya. Kalau memang gagal panen atau karena virus atau apa segala macam bisa diasuransikan,” bebernya.

Melalui skema bantuan panen dan asuransi bagi petani dalam program KSB Maju Tani Ternak, pemerintah berharap dapat meringankan beban biaya panen sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumbawa Barat. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *