KSB Raih Nilai Tertinggi se-Pulau Sumbawa Lomba Pangan Aman

Taliwang, MediaKSB, – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatatkan nilai 72,89 dan menempati peringkat ketiga se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam penilaian Lomba Kabupaten/Kota Pangan Aman yang tengah berlangsung secara nasional. Capaian ini sekaligus menjadikan KSB sebagai daerah dengan nilai tertinggi di wilayah Pulau Sumbawa.
Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pulau Sumbawa, Azis Sanjaya, S.Si, mengungkapkan KSB berada di bawah Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur dalam klasemen sementara tingkat provinsi.
Azis menjelaskan skor 72,89 telah masuk kategori Baik dalam sistem penilaian nasional. Aziz membandingkan capaian tersebut dengan skala penilaian yang jauh lebih ketat pada kategori di atasnya.
“Nilai 72,89 sudah masuk kategori Baik, dan ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Untuk mencapai kategori Sangat Baik dibutuhkan nilai minimal 90, sedangkan kategori Unggul hanya mampu diraih oleh dua kabupaten/kota dari hampir 500 kabupaten/kota di Indonesia,” ujar Azis saat hadir di Forum Yasinan beberapa waktu lalu.
Aziz menambahkan, kategori Sangat Baik pun baru berhasil dicapai oleh enam kabupaten/kota se-Indonesia hingga saat ini. “Sementara kategori Sangat Baik pun baru dicapai oleh enam kabupaten/kota di Indonesia. Karena itu, capaian Kabupaten Sumbawa Barat saat ini sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.
Lomba Kabupaten/Kota Pangan Aman merupakan program penilaian nasional yang mengukur sejauh mana pemerintah daerah menjamin keamanan pangan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat, mencakup aspek regulasi, pengawasan, hingga edukasi publik.
Penilaian ini melibatkan verifikasi lapangan terhadap praktik keamanan pangan di pasar tradisional, tempat pengolahan makanan, sekolah, hingga sarana kesehatan di masing-masing kabupaten dan kota peserta.
Di antara lima kabupaten dan kota dalam wilayah kerja Balai POM Pulau Sumbawa, capaian KSB tercatat sebagai yang tertinggi, mengungguli Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Posisi ini menempatkan KSB sebagai representasi terbaik Pulau Sumbawa dalam penilaian tingkat provinsi, meski secara keseluruhan masih berada di bawah Lombok Barat dan Lombok Timur yang menempati dua posisi teratas.
Menyikapi capaian ini, Azis berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di KSB dapat terus bersinergi mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut hingga proses penilaian nasional rampung.
“Konsistensi lintas OPD menjadi kunci penting agar posisi KSB tidak tergeser pada tahap penilaian berikutnya, mengingat proses evaluasi nasional masih akan berlanjut hingga tahap akhir,” pungkasnya. (M-02)
