Libur Nataru 2025–2026, Arus Penumpang di Pelabuhan Poto Tano Meningkat
Poto Tano, MediaKSB, – Arus penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, mengalami peningkatan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Lonjakan terjadi pada hari-hari awal pascalibur, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan lintas Poto Tano–Kayangan.
Berdasarkan data produksi penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Poto Tano, total pergerakan penumpang selama periode Nataru 2025–2026 tercatat mencapai 23.847 orang. Sementara jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 1.755 unit dari berbagai golongan.
Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Poto Tano, Bahrul Ulum mengatakan, peningkatan arus penumpang pada Nataru tahun ini masih berada dalam kondisi terkendali. Menurutnya, puncak pergerakan penumpang terjadi setelah hari besar, seiring arus balik masyarakat menuju Pulau Sumbawa.
Bahrul Ulum menjelaskan, tren kenaikan arus penumpang tersebut juga menjadi acuan dalam pengaturan operasional pada Nataru 2025–2026. ASDP Poto Tano melakukan penyesuaian jadwal kapal, optimalisasi dermaga, serta pengaturan antrean kendaraan untuk menjaga kelancaran penyeberangan.
Berdasarkan data harian, komposisi penumpang masih didominasi penumpang dewasa, disusul kendaraan golongan II hingga golongan IV yang mayoritas merupakan kendaraan pribadi dan angkutan logistik skala kecil.
“Kondisi cuaca yang relatif stabil selama periode libur turut mendukung kelancaran layanan penyeberangan,” katanya.
Bahrul Ulum menambahkan, ASDP Poto Tano terus berkoordinasi dengan unsur terkait, termasuk otoritas pelabuhan dan aparat keamanan, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
“Kami menyiapkan pola operasional sesuai kebutuhan di lapangan, agar tidak terjadi penumpukan penumpang maupun kendaraan. Posko dari Pemerintah daerah juga membantu pengguna jasa,” katanya.
Secara umum, arus Nataru 2025–2026 di Pelabuhan Poto Tano berlangsung kondusif. Kenaikan jumlah penumpang dibanding tahun sebelumnya menunjukkan tingginya aktivitas mobilitas antarwilayah, sekaligus menjadi indikator pemulihan dan pertumbuhan pergerakan masyarakat di wilayah Sumbawa Barat dan sekitarnya. (M-01)

