Najamuddin: Sumbawa dan KSB Siap Menyambut Tantangan Pasca Tambang

Taliwang, MediaKSB, – PT AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara) memberikan gambaran jelas terkait masa depan penambangan di Batu Hijau yang diperkirakan akan berakhir pada 2030. Dalam seminar yang diadakan sebelum penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), perwakilan PT AMNT menjelaskan bahwa saat ini mereka sudah berada pada tahapan kedelapan dari proses penambangan, yang berarti masa operasional tambang Batu Hijau semakin mendekati akhir.
Dijelaskan bahwa setelah tahun 2030, penambangan Batu Hijau akan berakhir dan dilanjutkan dengan tahap reklamasi hingga 2034. Dengan berakhirnya kegiatan penambangan ini, Pemda Sumbawa Barat (KSB) diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan pasca-tambang.
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumbawa, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M., mengungkapkan, sembari KSB merancang strategi pembangunan alternatif pasca tambang, Kabupaten Sumbawa juga perlu menyiapkan diri dengan dibukanya blok Elang Dodo Rinti.
“Pemda KSB dan Pemda Sumbawa harus siap menyambut 2030 atau 2034 dengan membuka blok Elang Dodo Rinti. Eksplorasi di Sumbawa dan pemurnian akan dilakukan di KSB,” ujarnya setelah menghadiri upacara Harlah KSB ke-21 pada Rabu (20/11).
Pjs Bupati Sumbawa juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Sumbawa dan Sumbawa Barat untuk memaksimalkan potensi daerah. Kedua kabupaten diharapkan bisa terus bekerja sama dalam menyusun program-program pembangunan yang berkelanjutan.
Menanggapi pertanyaan terkait teknis distribusi material hasil penambangan, Dr. Najamuddin menyebutkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PT AMNT dan kalangan akademisi untuk memastikan bahwa sumber daya yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.
“Kami yang jelas, bersama pihak dari KSB dan juga kalangan akademisi sudah duduk bersama sehingga menghasilkan MoU transformasi percepatan pembangunan daerah agar sumber daya yang kita miliki dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan daerah. Untuk teknis silahkan tanya ke pihak perusahaan,” jelasnya.
Dr. Najamuddin menegaskan, kolaborasi antara Sumbawa dan KSB kedepan tidak hanya pada proses hilirisasi, namun juga akan berkembang melalui program-program turunan lainnya. “Kita lihat tahapannya nanti,” pungkasnya. (M-02)

