Pemdes Pasir Putih  Inisiasi Pasar Ramadhan, Coba Urai Kemacetan Jalan

Bagikan ke :

Maluk, MediaKSB,- Pemerintah Desa (Pemdes) Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengambil langkah inovatif dengan menginisiasi Pasar Ramadhan bersama dengan Danposramil dan Camat Maluk sebagai upaya untuk mengurai kemacetan lalu lintas di wilayah tersebut.

Ahmadi selaku Kepala Desa (Kades) Pasir Putih menjelaskan, selama ini kebanyakan dari pedagang takjil berjualan dipinggir jalan, sehingga secara tidak langsung akan menimbulkan kemacetan dan penumpukan kendaraan. Lokalisasi pedagang dipandang sebagai solusi untuk mengurai kemacetan yang ada.

“Kami melihat bahwa ada peningkatan lalu lintas yang cukup signifikan di sekitar wilayah desa saat bulan Ramadhan tiba. Ditambah saat menjelang berbuka adalah jam-jam dimana para pekerja tambang istirahat atau pulang, jadi semakin ramai. Inisiasi Pasar Ramadhan ini diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan jalan,” ujarnya.

Kades juga menyampaikan, meskipun Pasar Ramadhan merupakan agenda kecamatan, akan tetapi Pemdes Pasir Putih lah yang mengusulkan paling awal untuk mengumpulkan pedagang di satu tempat. “Tahun ini baru dimulai, kami yang mengusulkan pertama kali,” sambungnya.

Pasar Ramadhan di Desa Pasir Putih ini diatur dengan baik, mulai dari penataan tempat hingga pengaturan lalu lintas. Hal ini dilakukan untuk memastikan kegiatan ini berjalan lancar dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat sekitar. “Kami adakan di lapangan, dimulai dari ashar hingga maghrib atau waktu berbuka,” paparnya.

Selain sebagai solusi untuk kemacetan lalu lintas, Pasar Ramadhan juga menjadi sarana bagi masyarakat desa untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari selama bulan puasa. Berbagai jenis makanan dan minuman khas Ramadhan tersedia di pasar tersebut, memberikan kemudahan bagi warga desa yang ingin berbelanja tanpa harus bepergian jauh.

“Kami dan pemerintah terkait tidak memberi persyaratan-persyaratan khusus, kami persilahkan kepada masyarakat yang ingin berjualan. Karena masih awal, jadi memang perlu proses karena masyarakat sudah terbiasa di pinggir jalan,” tuturnya.

Ahmadi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan stakeholder lainnya dalam menjalankan program ini. “Kami bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan Pasar Ramadhan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Masyarakat sekitar memberikan tanggapan positif terhadap inisiatif Pasar Ramadhan ini. Mereka menyambut baik Pasar Ramadhan yang tidak hanya menyediakan berbagai kebutuhan praktis selama bulan puasa, tetapi juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di sekitar wilayah desa.

“Kami merasa terbantu dengan adanya Pasar Ramadhan di desa. Selain dapat berbelanja dengan lebih mudah, juga terhindar dari kemacetan jalan yang sering terjadi saat berburu takjil,” ujar Roni salah seorang pengguna jalan. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *