Realisasi Investasi Asing di KSB Tembus Rp4 Triliun

Bagikan ke :
Foto: Ilustrasi Investasi Asing (Canva)
Foto: Ilustrasi Investasi Asing (Canva)

Taliwang, MediaKSB, – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih menjadi daerah tujuan utama investasi di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) di KSB tercatat mencapai Rp4,1 triliun, dengan sektor pertambangan tetap mendominasi arus investasi yang masuk.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KSB, Kamaluddin, mengungkapkan bahwa dari total PMA tersebut, sebagian besar berasal dari sektor pertambangan. Nilainya mencapai Rp3,3 triliun. Sementara sisa investasi asing lainnya bergerak di sektor pariwisata.

“Investasi asing yang masuk ke kita bergerak di dua sektor besar. Pertama sektor tambang dan sisanya bidang pariwisata,” terang Kamaluddin, Selasa (3/2).

Kamaluddin menjelaskan, meskipun kontribusi sektor pariwisata belum sebesar pertambangan, tren investasi di sektor ini menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Dalam beberapa tahun terakhir, investor asing mulai melirik potensi pariwisata KSB, terutama kawasan pesisir.

“Mereka membangun hotel dan penginapan berkonsep vila. Usahanya fokus di sepanjang kawasan pesisir KSB,” katanya.

Berita Terkait: https://mediaksb.com/bupati-ksb-investasi-pariwisata-harus-menggerakkan-ekonomi-rakyat/

Selain Investasi Asing, Investor Domestik Mulai Menggeliat

Selain PMA, sektor pertambangan masih mendominasi realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di KSB Sepanjang 2025, nilai PMDN tercatat mencapai Rp35,7 triliun. Di luar sektor tambang, investasi domestik juga masuk ke sektor industri, perdagangan, pertanian, dan perikanan. “Kalau PMDN sektornya beragam. Tapi sektor tambang masih tetap dominan,” beber Kamaluddin.

Jika menggabungkan keduanya, total realisasi investasi di KSB sepanjang 2025 mencapai Rp45,4 triliun. Angka tersebut belum sepenuhnya memenuhi target investasi Rp64 triliun yang Pemerintah Provinsi NTB tetapkan. Dengan capaian tersebut, realisasi investasi KSB berada di kisaran 98,80 persen dari target.

Meski tidak mencapai target penuh, Kamaluddin mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, sepanjang 2025 kondisi perekonomian global mengalami tekanan yang cukup kuat dan berdampak pada penurunan investasi secara nasional. “Secara nasional angka investasi juga turun. Jadi menurut saya capaian di atas 98 persen itu sudah sangat baik,” klaimnya.

Kamaluddin optimistis iklim investasi di KSB masih akan terus tumbuh. Komitmen pemerintah daerah dalam membuka ruang investasi baru melalui program KSB Maju Luar Biasa mendorong optimisme tersebut.

“Program Pak Bupati ini akan menggali semua potensi ekonomi masyarakat. Di sana ada peluang investasi yang bisa masuk, mulai dari pariwisata kerakyatan, pertanian dalam arti luas, sampai sektor perikanan,” pungkasnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *