BPBD KSB Masih Fokus Tangani Warga Terdampak Puting Beliung

Taliwang, MediaKSB, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan penanganan terhadap warga yang rumahnya terdampak angin puting beliung masih terus berjalan, mulai dari tahap pendataan hingga penanganan lanjutan melalui dinas teknis terkait.
Kepala BPBD KSB, Abdullah, S.Pd., mengatakan, sejak terjadinya bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu, BPBD langsung bergerak melakukan pendataan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan awal maupun lanjutan bagi masyarakat terdampak.
“BPBD KSB melakukan pendataan berdasarkan laporan pemerintah desa, sementara Dinas Perumahan dan Permukiman akan menindaklanjuti penanganan fisik rumah,” jelas Abdullah, Senin (02/2).
Hasil pendataan sementara menunjukkan, sebanyak 59 rumah warga mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. Kerusakan tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Taliwang, Maluk, Jereweh, Brang Ene, dan Brang Rea.
“Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang tersapu angin kencang, ada juga yang terkena hingga dinding rumahnya. Semuanya karena angin kencang,” bebernya.
Respon Cepat BPBD KSB
Sebagai bentuk respons cepat, BPBD telah melakukan penanganan awal dengan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar serta terpal untuk penanganan sementara rumah yang mengalami kerusakan atap.
“Penanganan awal sudah kami lakukan, terutama untuk memastikan warga tetap terlindungi dari cuaca dan dapat beraktivitas dengan aman,” ujar Abdullah.
Kepala BPBD menjelaskan, bantuan terpal menjadi prioritas karena sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah. Melalui penanganan sementara tersebut, pemerintah berharap warga tidak semakin terdampak apabila hujan kembali turun.
“Kami juga terus melakukan koordinasi dengan Dinas Perkim agar dinas segera menindaklanjuti proses perbaikan rumah sesuai ketentuan dan ketersediaan anggaran,” jelasnya.
BPBD KSB juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dalam pendataan. Abdullah menekankan pentingnya peran aktif pemerintah desa dalam menyampaikan laporan kondisi di lapangan.
“Jika ada tambahan laporan kerusakan, kami meminta warga segera menyampaikannya agar kami bisa segera menanganinya,” pungkasnya. (M-01)
