Sekda KSB Akui Draf Perbup Program Beasiswa Kedokteran Unram Masih Dikoreksi

Taliwang, MediaKSB,- H Amar Nurmansyah, ST, M.Si selaku Sekda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan, jika program kerja sama pemerintah dengan Universitas Mataram (Unram) terkait dengan beasiswa kedokteran akan segera dilaksanakan, hanya saja regulasi masih dalam tahapan koreksi atau analisa untuk penyempurnaan.
“Pemerintah KSB akan menjadikan Peraturan Bupati (Perbup) untuk kerjasama beasiswa kedokteran tersebut, sehingga harus dilakukan kajian mendalam dan memasukan item yang disyaratkan,” kata H Amar sapaan akrabnya.
Diakui H Amar, draf payung hukum penyelenggaraan program beasiswa kedokteran ituu sendiri sudah diterimanya, namun belum baca detailnya seperti apa, sehingga dirinya belum bisa memastikan waktuu penyelesaiannya. “Saya harus pastikan seluruh item yang diatur telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan harus diipastikan juga tidak sampai melanggar aturan,” lanjutnya.
Penyusunan aturan kerja sama kedokteran Unram itu sebelumnya dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) KSB. Dimana BRIDA mengajak sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terlibat, diantaranya Bappeda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) hingga Dinas Sosial (Dinsos).
Kepala BRIDA KSB, Agus mengatakan, aturan kerja sama program beasiswa kedokteran Unram itu akan dibuat dalam bentuk Perbup. Dimana di dalamnya akan mengatur segala ketentuan terkait kerja sama tersebut. Mulai dari syarat siswa calon penerima beasiswa hingga ketentuan pembiayaannya. “Jadi semuanya akan dimuat dalam Perbup itu,” katanya beberapa waktu lalu.
Khusus untuk syarat siswa penerima beasiswa sendiri, Agus menyebutkan, Pemda KSB dalam hal ini hanya sebatas mengatur calon yang berhak mengikuti seleksi. Sementara untuk seleksi para calon secara akademis menjadi kewenangan Fakultas Kedokteran (FK) Unram. “Untuk memilih yang berhak mengisi kuota yang disediakan program beasiswa itu sepenuhnya oleh FK Unram. Kita hanya mengatur siswa yang berhak ikut seleksinya saja,” cetusnya.
Sebagai informasi, program beasiswa kedokteran kerja sama Pemda KSB dengan Unram itu akan dimulai pada tahun akademik 2024/2025 ini. Pihak Unram sendiri telah memberikan kuota sebanyak 20 mahasiswa asal KSB yang dapat mengikutinya. Meski demikian, Pemda KSB berharap dapat diberikan kuota lebih dari itu untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di daerah.
Bupati KSB, H. W. Musyafirin sebelumnya saat penandatangan MoU dan PKS mengenai kerja sama tersebut. Menyampaikan, bahwa kerja sama dengan Unram dalam hal peningkatan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan itu dapat terus diperluas. Tidak saja kemudian untuk mencetak tenaga dokter, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas dokter-dokter yang telah dimiliki KSB selama ini. (M-03)
