Seleksi CAT Pilkades KSB Diperketat Tiga Lapis Pengamanan

Bagikan ke :
Foto: Tes CAT Pilkades Serentak KSB (dok. Undova)
Foto: Tes CAT Pilkades Serentak KSB (dok. Undova)

Taliwang, MediaKSB, – Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerapkan tiga lapis pengamanan ketat dalam pelaksanaan Seleksi Tambahan Bakal Calon Kepala Desa Tahun 2026 berbasis Computer Assisted Test (CAT).

“Seleksi berbasis CAT ini kita laksanakan untuk memastikan proses seleksi berjalan secara jujur, adil, dan akuntabel sehingga menghasilkan calon kepala desa yang benar-benar memiliki kapasitas,” ujar Ketua Panitia Mukhlis beberapa waktu lalu.

Sebelum memasuki ruang ujian, panitia menerapkan standar operasional ketat mulai dari verifikasi KTP, pemeriksaan surat pengantar PPKD, pemeriksaan fisik, hingga sterilisasi ruangan.

Pengamanan dibagi tiga lapis, yakni Ring 1 di dalam laboratorium yang hanya diisi peserta dan pengawas, Ring 2 sebagai ruang tunggu pendamping yang dibatasi maksimal lima orang per peserta, dan Ring 3 di area luar kampus yang dijaga aparat keamanan.

“Peserta yang melanggar aturan terancam sanksi diskualifikasi di tempat. Kepolisian juga sudah mengimbau peserta dan pendamping untuk menjaga sportivitas serta kondusifitas selama seleksi berlangsung,” beber Mukhlis.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB Fahrozi Amrullah, menegaskan pentingnya komitmen bersama demi kelancaran seluruh tahapan ujian.

“Kami menekankan pentingnya kelancaran tes CAT ini dengan tetap berpegang teguh pada ketepatan waktu dan tata tertib yang telah disepakati bersama oleh seluruh peserta sejak awal,” tegasnya.

Wakil Rektor 4 Universitas Cordova Maslia Qomar, menyatakan kesiapan kampus Undova dalam mendukung agenda strategis daerah lewat pemanfaatan fasilitas dan teknologi yang ada.

“Universitas Cordova berkomitmen penuh memfasilitasi kebutuhan sarana teknologi informasi yang memadai agar seleksi kepemimpinan desa di Sumbawa Barat ini dapat berjalan dengan standar mutu yang tinggi dan kredibel,” tuturnya.

Sebanyak 16 bakal calon kepala desa mengikuti seleksi tambahan ini, terdiri atas tujuh peserta Desa Goa Kecamatan Jereweh dan sembilan peserta Desa Ai Kangkung Kecamatan Sekongkang. Seluruh peserta menjalani ujian selama 90 menit, mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WITA.

Usai ujian, hasil skor CAT tiap peserta langsung ditampilkan secara terbuka dan real-time di layar monitor luar ruangan. Keterbukaan ini diharapkan melahirkan sosok kepala desa definitif yang berkualitas dan amanah bagi desa-desa di bumi pariri lema bariri. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *