Syahril : Manfaatkan Aplikasi ‘SALAMAN PU KSB’ Untuk Pengaduan

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Syahril, ST, M.Si selaku kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengingatkan, jika aplikasi aduan berbasis Android Sistem Aduan Layanan Air Minum Andalan (SALAMAN) secara resmi telah dilounching oleh Bupati KSB, Dr Ir H W Musyafirin, MM, sehingga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sebagai media penyampaian pengaduan.

“Bagi masyarakat yang mengetahui dalam wilayahnya terdapat keluhan terkait dengan jaringan perpipaan air bersih yang bocor, termasuk pendistribusian air bersih terganggu, dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi SALAMAN,” ucapnya saat dikonfirmasi media ini, kemarin.

Lanjut Syahril, program inovasi berbasis android itu sendiri bukan sekedar membuka kesempatan masyarakat untuk menyampaikan laporan, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk mengejar target nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024 mendatang, dimana layanan air bersih tuntas dan juga terkait kemiskinan ekstrem.

Masih keterangan Syahril, Aplikasi SALAMAN PUPR KSB yang telah dilounching itu juga menjadi wadah atau media bagi masyarakat secara umum untuk menyampaikan laporan, keluhan dan saran kepada pemerintah terkait dengan permasalah air bersih dan air untuk irigasi. “Laporan melalui aplikasi itu sendiri tidak mengenal waktu kerja,” tegasnya.

Untuk menyebarluaskan informasi keberadaan aplikasi yang dapat di download pada play store itu, Syahril mengaku bahwa pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi dan akan terus disampaikan pada berbagai kesempatan, sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Banyak cara yang kami lakukan untuk menyebarkan informasi keberadaan aplikasi SALAMAN PUPR KSB,” akunya.

Lebih jauh Syahril menjelaskan, bahwa didalam Aplikasi tersebut terdapat peta dari masyarakat miskin. Kenapa demikian, karena pemerintah   menetapkan layanan air bersih dengan kemiskinan ekstrem memiliki kaitan. Layanan air minum ini, menurutnya salah satu upaya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem. Terlebih lagi, teman-teman yang masuk dalam kelompok kemiskinan ini notabene masyarakat berpenghasilan rendah. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *