Tersebar, Kronologis Kebakaran Rumah Yang Tewaskan Bocah 5 Tahun 

Bagikan ke :

Brang Rea, MediaKSB, – Kebakaran rumah milik Ayon, warga RT 08/03 Dusun Bree, Desa Sapugara Bree Kecamatan Brang Rea pada Jumat malam 22/9 kemarin, bukan hanya menghanguskan rumah beserta isinya, tetapi anak pemilik rumah sendiri ikut menjadi korban dan meninggal dunia dan kronologis musibah itu tersebar luas diberbagai media sosial.

Sesuai informasi yang tersebar, jika sebelum kejadian orang tua korban mendatangi warung untuk membeli susu siap saji yang akan diberikan kepada korban, namun ditolak lantaran ukuran dianggap kecil dan meminta yang lebih besar, sehingga orang tua harus kembali lagi ke warung dan meninggal korban sendiri didalam rumah.

Usai menukar susu kemasan itu, orang tua korban sempat mampir di rumah tetangga yang berada tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Diwaktu bersamaan sekitar rumah korban, ada anak-anak yang sedang mencari jangkrik dan melihat ada kobaran api didalam rumah tersebut. Spontan berteriak dan meminta tolong pada tetanggal sekitar, termasuk memanggil orang yang dalam rumah, namun tidak ada yang menjawab.

Warga sekitar yang mendengar teriakan mendatangi lokasi. Lantaran rumah dalam keadaan gelap dan terkunci warga kesulitan melakukan tindakan pemadaman, sehingga langsung menghubungi tim pemadam kebakaran di Kecamatan Brang Rea melalui sambungan Telpon dan dalam waktu tidak terlalu lama sudah berada dilokasi untuk melakukan pemadaman.

Setelah dipastikan semua titip api telah padam, tim pemadam kebakaran beserta warga dan keluarga menemukan anak korban ikut terbakar diseluruh tubuhnya dan sudah tidak bernyawa. Sekitar pukul 21.25 wita, Piket Puskesmas Brang Rea tiba di lokasi untuk mengambil mayat korban untuk di bawa ke puskesmas Brang Rea dengan mengunakan Mobil Ambulance didampingi keluarga. Diwaktu itu juga datang tim investigasi dari Polres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk melakukan olah TKP.

Kronologis yang tersebar itu juga memperkirakan bahwa kebakaran terjadi akibat adanya percikan api lilin yang menyambar kasur, namun belum ada keterangan resmi dari kepolisian soal kronologisnya. (M-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *