Tingkatkan Daya Saing, Diskoperindag KSB Gelar Pelatihan Motif Tenun
Taliwang, MediaKSB, – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menggelar pelatihan pengembangan motif tenun sebagai upaya mendorong penguatan industri kreatif berbasis kearifan lokal, Selasa (9/9).
Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman, S.Stp., M.Si menegaskan, pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari program tahun sebelumnya. Jika sebelumnya fokus pada pelatihan dasar, kali ini peserta didorong lebih jauh untuk menguasai teknik pengembangan motif.
“Kami ingin para penenun tidak berhenti pada keterampilan dasar saja. Penguasaan motif baru sangat penting agar produk tenun KSB memiliki variasi yang lebih kaya dan bernilai jual tinggi,” ujarnya.
Pelatihan ini akan berlangsung selama 20 hari dengan menghadirkan instruktur berpengalaman dari Lombok Tengah. Peserta yang sebagian besar adalah penenun binaan pemerintah daerah akan difokuskan pada keterampilan penciptaan motif, sebelum nantinya diarahkan ke pengembangan produk turunan.
Menurut Suryaman, langkah ini merupakan strategi agar tenun lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.“Industri kreatif, khususnya tenun, memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi lokal. Karena itu, Diskoperindag tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga menyiapkan program promosi melalui berbagai event, termasuk fashion show, agar karya para penenun lebih dikenal masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Diskoperindag KSB juga memastikan keberlanjutan program dengan mendukung kelompok tenun yang tersebar di Kertasari, Mantar, Mura, dan Batu Bele. Keempat kelompok tersebut selama ini aktif memproduksi tenun tradisional dan menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.
“Kami akan terus dampingi kelompok tenun ini agar bisa menjaga kualitas dan berproduksi secara berkelanjutan,” kata Suryaman.
Kadis menambahkan, dukungan pemerintah daerah tidak sebatas pelatihan. Langkah konkret lain mencakup pembelian produk tenun untuk kebutuhan resmi pemerintah, fasilitasi pameran, hingga membuka peluang pasar baru melalui jejaring promosi. Harapannya, produk tenun KSB dapat menembus pasar di luar daerah bahkan hingga tingkat nasional.
“Tenun bukan hanya produk kerajinan, melainkan juga simbol budaya dan jati diri masyarakat Sumbawa Barat. Dengan inovasi motif dan dukungan pemasaran, kami ingin menjadikan tenun sebagai bagian dari penggerak ekonomi kreatif sekaligus kebanggaan daerah,” tutupnya. (M-01)

