Tingkatkan Literasi, Pemdes Bukit Damai Gunakan Cara yang Lebih Menarik

Maluk, MediaKSB, – Sebagai upaya untuk meningkatkan budaya literasi kepada masyarakat khususnya kepada anak, Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggunakan cara yang cukup menarik, yakni dengan menggunakan metode storytelling.
Pengembangan literasi berbasis storytelling digelar di Perpustakaan Sinar Damai, Desa Bukit Damai, Maluk. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemdes Bukit Damai dengan AMMAN Academy yang bertujuan untuk meningkatkan budaya membaca di kalangan pelajar, siswa, dan masyarakat luas.
Kegiatan storytelling memiliki daya tarik tersendiri dalam kegiatan ini, di mana cerita-cerita inspiratif disampaikan dengan cara yang menarik dan interaktif. Dengan metode ini, anak-anak dan remaja terlihat lebih antusias dalam membaca dan memahami isi buku. Selain itu, perpustakaan Sinar Damai menyediakan berbagai koleksi buku yang juga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
Kepala Desa Bukit Damai, Suwardi, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memberikan fasilitas yang mendukung peningkatan literasi masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak dan pemuda agar semakin gemar membaca. Dengan adanya kegiatan semacam ini, kami selaku pemerintah desa berharap mereka akan lebih tertarik untuk menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan,” ujarnya, Jumat (14/3).
Selain menyediakan buku, Perpustakaan Sinar Damai juga memberikan fasilitas tambahan untuk masyarakat berupa laptop dan printer. Fasilitas ini dapat dipergunakan warga untuk membuat berbagai dokumen penting, seperti surat, curriculum vitae (CV), dan undangan tanpa dipungut biaya.
“Banyak pemuda dan masyarakat yang membutuhkan akses ke perangkat teknologi untuk keperluan administrasi, namun terkendala oleh keterbatasan fasilitas. Oleh karena itu, kami berinisiatif menyediakan laptop dan printer gratis agar mereka dapat dengan mudah membuat surat atau dokumen lainnya,” tambah Kades.
Tak hanya itu, program literasi ini juga melibatkan berbagai kegiatan lain seperti diskusi buku, pelatihan menulis, serta sesi edukatif yang diharapkan dapat membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Keberadaan perpustakaan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah satunya adalah Ratna siswi kelas 5 SD yang sangat senang dengan berbagai kegiatan yang telah diikutinya. “Senang sekali, kegiatannya seru,” katanya sumringah. (M-01)

