Tingkatkan Usaha Masyarakat, Pemdes Tambak Sari Gelar Pelatihan Menjahit

Bagikan ke :

Poto Tano, Media KSB,- Upaya peningkatan kreativitas dan usaha masyarakat terus dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano Sumbawa Barat (KSB). Kali ini dengan bekerjasama dengan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Pemdes Tambak Sari mengadakan pelatihan menjahit untuk masyarakat.

Kegiatan pelatihan menjahit dilaksanakan selama 2 hari, yakni tanggal 15 dan 16 Januari. Peserta pelatihan diikuti oleh warga desa Tambak Sari dengan tidak mengkhususkan kelompok usia, dimulai dari anak remaja, ibu rumah tangga, dan lansia semua dapat mengikuti kegiatan pelatihan.

Kepala Desa (Kades) Tambak Sari, Bapak Suhardi, menyampaikan sambutannya dengan antusias pada pembukaan pelatihan. “Kami sangat senang melihat antusiasme warga desa dalam mengikuti pelatihan jahit ini. Semoga dengan keterampilan yang diperoleh, mereka dapat mengembangkan usaha kecil atau bahkan memperoleh pekerjaan baru,” ucap Kades.

Kades juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menciptakan peluang-peluang baru. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program seperti ini yang dapat memberdayakan masyarakat. Kita tidak hanya ingin menciptakan pekerjaan, tetapi juga membuka pintu bagi inovasi dan pengembangan potensi lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua UP2K, Ibu Sri Wahyuni menjelaskan, kegiatan pelatihan menjahit dibagi menjadi 2 macam. Untuk hari pertama akan berfokus pada pelatihan menjahit baju adat dan untuk hari kedua difokuskan pada pelatihan menjahit umbul-umbul. “Untuk umbul-umbul kami akan memanfaatkan kain bekas menjahit baju adat,” jelasnya.

Target capaian yang ingin diraih ungkap Sri Wahyuni, diharapkan kedepannya masyarakat dapat mengembangkan usahanya sendiri dari keterampilan yang sudah didapatkan selama mengikuti pelatihan. “Rencana desa jika ada kegiatan-kegiatan yang memerlukan baju adat atau umbul-umbul dapat memberdayakan ibu-ibu yang ikut,” ungkapnya.

Masih keterangan Sri Wahyuni, kegiatan pelatihan serupa telah dilaksanakan beberapa kali dengan kelompok yang berbeda beda. “Tujuannya memang agar pelatihan dapat merata ke seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Hal penting yang disampaikan Sri Wahyuni, perlunya perhatian pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan semacam ini. Dukungan dapat berupa sarana dan perlengkapan pelatihan yang lebih mumpuni. “Kami berharap juga dukungan dari pemerintah daerah, kalau sekarang mesin yang kami gunakan hanya 1, mungkin bisa ditambah,” harapnya sambil diafirmasi oleh peserta.

Peserta pelatihan, seperti Fitri, seorang ibu rumah tangga berusia 32 tahun, merasa sangat berterima kasih atas kesempatan ini. “Saya selalu ingin belajar menjahit, tetapi tidak pernah memiliki kesempatan sebelumnya. Pelatihan ini membuka pintu baru untuk saya dan banyak teman-teman saya di desa,” ungkap Fitri dengan senyum cerah. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *