Pemdes Tambak Sari Saring Kebutuhan Poktan untuk Program Ketahanan Pangan
Poto Tano, MediaKSB, – Pemerintah Desa (Pemdes) Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menyaring kebutuhan kelompok tani (Poktan) melalui rapat koordinasi (Rakor) bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pengurus Poktan se-Tambak Sari, Jumat (12/9).
Rakor ini dilakukan untuk memastikan program ketahanan pangan yang bersumber dari 20 persen Dana Desa (DD) dapat menjawab kebutuhan riil petani di lapangan.Kepala Desa Tambak Sari, Suhardi, S.IP., menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemdes dalam mengedepankan musyawarah dan transparansi.
“Kita ingin semua kebutuhan petani terdengar dan diformulasikan secara tepat. Usulan dari Poktan akan dituangkan dalam proposal BUMDes, kemudian diajukan secara resmi kepada pemerintah desa untuk direalisasikan,” jelasnya.
Suhardi menjelaskan, mekanisme penyaringan kebutuhan ini penting agar alokasi Dana Desa benar-benar bermanfaat. Pemdes, kata Suhardi, tidak ingin program ketahanan pangan hanya berjalan sebagai formalitas tahunan.
“Harus ada hasil yang jelas dan bisa dirasakan langsung oleh petani. Baik itu berupa sarana produksi, bantuan modal, maupun penguatan kelembagaan Poktan,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, para pengurus Poktan diberi ruang untuk menyampaikan kebutuhan yang paling mendesak. Hasil inventarisasi kemudian dihimpun BUMDes untuk diformulasikan menjadi sebuah proposal.
“Semua kelompok punya kesempatan sama. Tidak ada yang dianakemaskan, karena kita ingin keputusan berdasarkan musyawarah,” ujar Suhardi.
Lebih jauh, Suhardi menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam proses ini. BPD dan BUMDes dilibatkan agar program berjalan transparan sekaligus memperkuat pengawasan publik.
“Keterlibatan semua unsur desa ini bagian dari upaya kita mengawal Dana Desa. Harapan saya, masyarakat ikut memantau agar tidak ada ruang untuk penyalahgunaan anggaran,” tegasnya.
Kades juga memastikan bahwa pemerintah desa bersama perangkatnya akan terus memantau jalannya program agar tepat sasaran dan berkelanjutan. Menurut Suhardi, program ketahanan pangan hanya akan berhasil jika petani sebagai pelaku utama benar-benar diperhatikan kebutuhannya serta dilibatkan dalam setiap prosesnya. “Kalau petani kuat, desa juga akan kuat. Itu prinsip yang kami pegang,” pungkasnya. (M-01)

