BRIDA KSB Buka Kompetisi Inovasi dan Riset 2026

Bagikan ke :
Foto: Sosialisasi AID 2026 oleh BRIDA KSB di Kedai sawah, Taliwang.
Foto: Sosialisasi AID 2026 oleh BRIDA KSB di Kedai sawah, Taliwang.

Taliwang, MediaKSB, – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi membuka kompetisi Anugerah Inovasi Daerah (AID) dan Lomba Penelitian 2026.

Dua ajang bergengsi ini terbuka bagi masyarakat umum, pelajar, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin berkontribusi nyata bagi kemajuan KSB.

Sekretaris BRIDA KSB, Taufik Hikmawan, saat membuka sosialisasi AID di Kedai sawah, Taliwang, menegaskan kompetisi ini (AID dan Lomba Riset) bukan sekadar ajang rutin tahunan yang diselenggarakan BRIDA KSB.

Lebih jauh, kedua ajang tersebut diselenggarakan untuk mendukung pembangunan daerah dan program prioritas daerah. “Kami ingin mendorong lahirnya inovasi-inovasi konkret yang benar-benar menjawab tantangan KSB ke depan, bukan sekadar ide di atas kertas,” ujar Sekban.

Taufik menegaskan kompetisi ini terbuka luas tanpa mensyaratkan latar belakang pendidikan tertentu. Siapa pun warga KSB yang punya gagasan segar dan relevan berhak mendaftar dan berkompetisi memperebutkan gelar inovator terbaik daerah.

“Kami berharap ajang ini melahirkan inovator-inovator baru dari KSB yang siap membawa daerah ini lebih mandiri dan kompetitif di masa depan,” ujarnya.

Anugerah Inovasi Daerah (AID) 2026 mengusung tema inovasi produktif dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan klaster ekonomi baru pasca tambang. BRIDA membuka tiga kategori peserta, yakni Masyarakat, Sekolah, dan Perangkat Daerah. Pemenang pertama di setiap kategori berhak membawa pulang hadiah senilai Rp 8 juta, juara kedua Rp 6,5 juta, dan juara ketiga Rp 5 juta.

Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi pada BRIDA KSB, Indra Jaya, menjelaskan inovasi yang masuk harus memenuhi lima kriteria utama. Inovasi wajib mengandung unsur pembaruan, memberi manfaat nyata bagi daerah, efektif diterapkan, tidak membebani masyarakat, dan bisa direplikasi di wilayah lain.

“Inovasi yang kami cari bukan harus berteknologi tinggi. Yang terpenting, inovasi itu benar-benar bisa diterapkan dan memberi dampak positif bagi masyarakat KSB,” jelas Indra.

Pendaftaran dan penyerahan proposal Anugerah Inovasi Daerah 2026 dibuka mulai 10 April hingga 7 Juni 2026. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti presentasi dan wawancara pada 15–19 Juni 2026.

“Peserta tidak perlu terlalu fokus pada tema secara spesifik, yang perlu diperhatikan adalah tema secara luas. Yang perting bermuara pada prinsip kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Beriringan dengan ajang inovasi, BRIDA juga menggelar Lomba Penelitian 2026 dengan tema transformasi KSB menuju kemandirian berkelanjutan. Lomba ini mengusung empat kategori, mulai karya tulis ilmiah remaja, penelitian tindakan kelas, hingga penelitian umum bidang eksak dan non-eksak. Indra menyebut kedua ajang ini saling melengkapi dalam mendorong ekosistem riset dan inovasi di KSB.

“Lomba penelitian dan anugerah inovasi kami rancang berjalan beriringan agar KSB punya modal pengetahuan sekaligus solusi praktis menghadapi era pasca tambang,” tutup Indra. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *