Mayoritas Kelompok Plasma Baru 10 Persen, Distan KSB Waspadai Tenggat Agustus

Bagikan ke :
Foto: Distan KSB cek Kelompok Plasma Ternak Sapi Bali
Foto: Distan KSB cek Kelompok Plasma Ternak Sapi Bali

Taliwang, MediaKSB, – Sebanyak 16 dari 18 kelompok plasma penerima manfaat Program KSB Maju Luar Biasa bidang agribisnis peternakan sapi Bali baru mencapai progres pembangunan kandang di kisaran 10 persen. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengingat kontrak pembangunan kandang hanya berlangsung hingga 29 Agustus 2026.

Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov, mengatakan pihaknya terus memantau secara intensif progres pembangunan kandang pada 18 kelompok plasma tersebut untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

“Saat ini kelompok plasma sedang membangun kandang. Ada dua kelompok yang progres pembangunannya sudah mencapai 30 hingga 50 persen, yaitu Kelompok Batu Dulang di Kecamatan Brang Ene dan Kelompok Buleri di Kecamatan Seteluk. Sementara kelompok lainnya rata-rata masih berada pada kisaran 10 persen,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Kesenjangan progres ini muncul di tengah waktu pengerjaan yang semakin menipis. Meski demikian, Jamilatun menyatakan optimistis seluruh kelompok plasma mampu menyelesaikan pembangunan kandang sesuai jadwal yang telah ditetapkan, karena waktu hingga akhir Agustus masih tersedia untuk menuntaskan seluruh pekerjaan.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Distan meminta seluruh fasilitator lapangan terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap kelompok plasma yang progresnya masih rendah. Laporan perkembangan pembangunan juga diminta disampaikan secara berkala sebagai bahan evaluasi.

“Saya minta fasilitator terus mengontrol dan mengawasi pelaksanaan Program KSB Maju Luar Biasa bidang agribisnis peternakan sapi Bali agar target dapat tercapai dengan cepat dan tepat,” tegasnya.

Menurut Jamilatun, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan kandang, tetapi juga dari kesiapan kelompok dalam mengelola usaha peternakan sapi Bali secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, kelompok yang masih tertinggal progresnya diharapkan segera mempercepat pekerjaan agar tidak mengganggu jadwal distribusi ternak,” sambungnya.

Jamilatun berharap, seluruh pihak yang terlibat, mulai dari fasilitator, kelompok plasma, hingga pemangku kepentingan lainnya, tetap menjaga kekompakan dan memperkuat koordinasi selama sisa waktu pelaksanaan program.

“Kalau ada kendala di lapangan, segera dicarikan solusi terbaik. Program ini merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, sehingga harus kita sukseskan bersama,” katanya.

Sebagai informasi, Program KSB Maju Luar Biasa sektor agribisnis peternakan sapi Bali merupakan salah satu program unggulan Pemkab KSB yang diarahkan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan peternakan berbasis kelompok. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *