Disnakertrans KSB Akui Ada Info Lowongan Kerja “Hoax”

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mengimbau masyarakat, agar waspadai tentang informasi adanya lowongan pekerjaan, karena dalam beberapa waktu lalu tersebar melalui media sosial, padahal rencana rekruitmen itu sendiri tidak benar atau hoax.
“Jika ada informasi tentang lowongan pekerjaan di media sosial yang disampaikan oleh pihak lain atau bukan dari pemerintah, diminta jangan langsung dipercaya, karena bisa jadi itu hanya hoax,” kata Slamet Riadi S.Pi, M.Si selaku kepala Disnakertrans KSB, kemarin.
Lanjut Meta sapaan akrabnya, ketegasan itu harus disampaikan secara terbuka, mengingat beberapa waktu lalu sempat ada informasi serupa, tetapi setelah dilakukan pengecekan justru pihak perusahaan membantah. “Informasi lowongan pekerjaan hanya akan diumumkan oleh pemerintah, karena proses seleksi disepakati satu pintu atau melalui jalur pemerintah,” lanjutnya.
Untuk memastikan informasi lowongan akurat dan benar, Meta meminta kepada masyarakat untuk mengecek secara berkala akun resmi atau media sosial milik Disnakertrans KSB yang diberikan mandat resmi. “Prinsipnya, informasi lowongan kerja yang dibuka oleh perusahaan akan di publikasikan melalui website atau akun resmi media sosial yang dikelola oleh pemerintah dalam hal ini Disnaker sebagai user dari saluran informasi,” terangnya.
Masih keterangan Meta, pemerintah KSB melalui Disnakertrans KSB bukan sekedar membantu menyebarkan informasi tentang adanya rekruitmen tenaga kerja, tetapi juga memberikan pendampingan serta fasilitas pendukung dalam proses seleksi dimaksud. “Kami akan memberikan pendampingan sekaligus fasilitasi kepada perusahaan, agar proses berjalan lancar dan terbuka,” tegasnya.
Sebagai informasi, saat ini Disnakertrans KSB sedang memberikan pendampingan terhadap 3 perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Kegiatan yang dibungkus dalam bentuk job fair untuk PT G4S Security Service, PT Trigana Abadi Swakarsa (TAS) dan PT Sedayu Daya Indonesia (SDI). Dimana seluruh perusahaan tersebut beroperasi di lingkungan proyek pertambangan Batu Hijau. (M-02)

