Aksi Blokade Poto Tano Berlanjut, Warga Minta Massa Aksi Tak Ganggu Kepentingan Umum

Poto Tano, MediaKSB, – Unjuk rasa besar-besaran yang menuntut pemerintah pusat untuk segera mempercepat pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) dengan melakukan blokade Pelabuhan Poto Tano berlanjut. Rencananya aksi yang diperkirakan melibatkan ribuan masyarakat se pulau Sumbawa tersebut akan dilaksanakan pada Senin, (26/5).

Aksi yang digadang-gadang menjadi aksi jilid III ini nampaknya mendapat beragam respon dari masyarakat. Khususnya masyarakat setempat dan pengendara yang melalui jalur sekitar aksi. Beberapa di antara mereka mendukung penuh aksi blokade tersebut, namun tak sedikit yang memberikan komentar lain.

Sebut saja H, salah satu warga Kabupaten Sumbawa yang mencari penghasilan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengaku kesulitan saat terjebak di kemacetan ketika masa aksi melakukan pemblokiran jalan.

“Kemacetan sudah dimulai ketika turun dari bukit Samarekat, kami dan pengendara lain yang hendak pulang ke rumah harus menunggu hingga malam. Bukan tidak mendukung, tapi juga harus memperhatikan kepentingan umum,” jelasnya.

Pada saat aksi sebelumnya, warga lain yang berasal dari KSB ketika hendak pulang ke rumah dari pulau Lombok juga mengalami kesulitan ketika hendak melintas di Simpang Tiga Kemutar Telu, Kecamatan Poto Tano.

“Dari perkiraan awal kami bisa sampai rumah sore hari, mundur hingga jam 9 malam. Kami harap massa aksi bisa memperhatikan kepentingan pengendara yang melintas,” harap warga yang tidak ingin disebutkan Namanya.

Masyarakat desa sekitar lokasi aksi juga meminta agar pemblokiran yang dilakukan tidak mengganggu ketertiban dan kepentingan umum. Terlebih jika sampai mempengaruhi ekonomi warga setempat.

“Memang tidak besar yang didapat masyarakat dari hasil jualan di rumah ataupun jual tiket online di pinggir jalan. Tapi dari situlah sumber pendapatan mereka,” ucap salah satu warga sekitar yang tidak ingin disebut namanya.

Media sosial juga diramaikan dengan beragam komentar dari netizen, salah satunya video yang telah ditonton lebih dari 8 ribu kali, yang memperlihatkan sedikit kerusuhan pada saat aksi sebelumnya.

“Mau bikin pemekaran, tapi kenapa Pelabuhan yang jadi korbannya? Apa sih salah Pelabuhan,” ujar pemilik akun @agoesxx.

“Katanya dia aspirasinya agar didengarkan, tapi menurut saya merugikan banyak orang yang mau melintas. Apalagi sampai terjadi pengerusakan kendaraan yang melintas, miris banget,” jawab pemilik akun @starlxx.

Di sisi lain, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K mengajak seluruh masyarakat dan peserta aksi nanti agar tetap memperhatikan kepentingan umum. “jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kemarin sampai ada ambulance yang sulit melintas. Hal seperti ini yang tidak kita inginkan,” tegasnya. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *